PONTIANAK POST – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tanjungpura dan sejumlah aliansi mahasiswa di Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kalbar, Senin (6/4).
Aksi yang semula dijadwalkan pukul 14.00 WIB itu baru dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Massa kemudian menyampaikan berbagai tuntutan terkait isu nasional dan daerah, mulai dari persoalan pendidikan, pengelolaan sumber daya alam, hingga kasus-kasus kemanusiaan yang tengah menjadi sorotan publik.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga sempat membakar ban bekas sebagai bentuk protes. Asap hitam membumbung tinggi hingga masuk ke area gedung DPRD Kalbar, menambah tensi aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian berpakaian berseragam lengkap.
Sejumlah perwakilan massa secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan anggota dewan. Mereka menyoroti berbagai isu, termasuk dugaan pembungkaman terhadap aktivis dan masyarakat sipil, serta menuntut penegakan hukum atas sejumlah kasus kekerasan.
Adapun beberapa poin tuntutan yang disampaikan antara lain berupa menolak pembungkaman terhadap aktivis dan masyarakat sipil, mendesak pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus dan Menuntut pembentukan tim pencari fakta independen.
Tuntutan lain yang disuarakan adalah meminta pemulihan hak korban secara menyeluruh, mendesak pengusutan kasus pembunuhan Arianto Tawakal, menolak perluasan kewenangan aparat serta meminta pengembalian fungsi TNI-Polri dan Menuntut penghentian proses hukum terhadap Tarsius Fendy Sesupi serta Mendesak pengusutan teror di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.
Aksi juga diwarnai desakan mahasiswa agar pimpinan daerah dan aparat keamanan hadir langsung menemui massa. Mereka meminta kehadiran Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, serta Ketua DPRD Kalbar untuk mendengarkan aspirasi secara terbuka pada aksi berikutnya.
Sejumlah anggota DPRD Kalbar yang memang berada di kantor sempat menemui massa aksi, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kalbar Prabasa Anantatur, Ketua Komisi I Rasmidi, serta Sekretaris Komisi I Zulfydar Zaidar Mochtar.
Mahasiswa bahkan meminta para wakil rakyat tersebut untuk duduk bersama mereka di area aksi sebagai bentuk keseriusan dalam menyerap aspirasi.
Hingga pukul 17.47 WIB, aksi masih berlangsung dengan pengawalan aparat. Situasi di lokasi terpantau kondusif meski sempat memanas akibat aksi pembakaran ban dan desakan massa yang terus menggema di halaman gedung DPRD Kalbar. (den)
Editor : Miftahul Khair