PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong peningkatan keterwakilan putra daerah di sekolah kedinasan melalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).
Langkah ini diambil setelah dalam hampir satu dekade terakhir, belum banyak putra daerah Kalbar yang berhasil lolos seleksi di institusi tersebut.
Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
“Ini langkah penting untuk membuka peluang bagi putra daerah agar bisa menimba ilmu sekaligus kembali membangun daerah,” ujarnya usai pertemuan dengan pihak STMKG di Pontianak, Rabu (1/4).
Baca Juga: Gubernur Kalbar Ria Norsan Tekankan Peran Keluarga dalam Mencegah Radikalisme Anak
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan menyusun nota kesepahaman (MoU) yang difokuskan pada peningkatan akses pendidikan bagi calon mahasiswa asal Kalbar.
Dari pihak STMKG, Deni Septiadi, menyebut kendala utama selama ini terletak pada tingginya ambang batas kelulusan. Sebagai solusi, mulai tahun 2025, STMKG menyiapkan kuota afirmasi khusus bagi calon mahasiswa dari Kalbar.
Program ini diharapkan dapat memperbesar peluang putra-putri daerah untuk lolos seleksi, sekaligus memastikan lulusan dapat kembali mengabdi sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, dengan empat putra daerah Kalbar telah diterima di STMKG pada tahun sebelumnya. Kerja sama ini dinilai penting mengingat Kalimantan Barat memiliki kerentanan terhadap berbagai fenomena alam, seperti curah hujan tinggi, kemarau ekstrem, hingga dampak El Nino, yang membutuhkan dukungan tenaga ahli di bidang terkait.
Selain itu, lulusan STMKG juga memiliki peluang pengembangan karier yang luas, termasuk melanjutkan studi melalui program beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan skema afirmasi ini, Pemprov Kalbar berharap semakin banyak putra daerah yang memiliki kompetensi teknis sekaligus berkontribusi langsung dalam penanganan isu kebencanaan dan perubahan iklim di daerah. (mse/r)
Editor : Hanif