Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemprov Kalbar Perkuat Akses Pendidikan melalui Internet Gratis dan Subsidi SPP bagi Ribuan Siswa

Novantar Ramses Negara • Rabu, 8 April 2026 | 08:57 WIB
PENDIDIKAN: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berinteraksi dengan para siswa saat menghadiri kegiatan pendidikan. Pemerintah provinsi terus mendorong perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda di daerah. (ISTIMEWA)
PENDIDIKAN: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berinteraksi dengan para siswa saat menghadiri kegiatan pendidikan. Pemerintah provinsi terus mendorong perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda di daerah. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mempercepat penguatan sektor pendidikan untuk memperluas akses belajar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat pada 2025 mencapai 72,09 dan masuk kategori tinggi. Angka ini naik 0,90 poin atau 1,26 persen dari sebelumnya 71,19. Capaian tersebut menjadi modal untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang lebih merata.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul. “Kalau ingin Indonesia Emas 2045 terwujud, maka kuncinya ada pada pendidikan,” ujarnya di Pontianak, baru-baru ini.

Salah satu langkah yang didorong adalah digitalisasi pendidikan melalui program internet gratis di sekolah. Saat ini program tersebut telah menjangkau sembilan sekolah dan ditargetkan diperluas hingga ratusan SMA di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Ria Norsan Tekankan Peran Keluarga dalam Mencegah Radikalisme Anak

Menurutnya, akses internet tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk bersaing di tingkat nasional maupun global. “Internet gratis di sekolah bukan hanya soal jaringan, tetapi membuka akses ilmu pengetahuan seluas-luasnya,” jelasnya.

Selain itu, sejak 2025 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga memperluas pemerataan pendidikan melalui bantuan subsidi SPP bagi 21.000 siswa SMA, SMK, dan SLB swasta di 274 sekolah prioritas. “Kami ingin memastikan tidak ada anak Kalimantan Barat yang putus sekolah karena keterbatasan biaya,” tegasnya.

Program yang digagas Gubernur Ria Norsan tersebut diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus menempuh pendidikan tanpa terkendala biaya.

Pemprov Kalbar juga menaruh perhatian pada penanganan anak tidak sekolah yang jumlahnya masih mencapai lebih dari 114 ribu orang. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendataan, pendampingan keluarga, hingga penguatan pendidikan formal dan nonformal. “Penanganan anak tidak sekolah harus menjadi gerakan bersama agar mereka kembali memperoleh pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan dunia usaha melalui program pendidikan kesetaraan bagi pekerja agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan pekerjaan.

Baca Juga: Peran Ibu Kunci Harmoni Keluarga di Era Digital: Dunia Digital Penuh Tantangan, Erlina Ingatkan Pengawasan Medsos Anak

Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga diperkuat melalui program strategis nasional, seperti Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat, serta rencana revitalisasi Taman Budaya sebagai ruang pengembangan kreativitas generasi muda.

Ria Norsan menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga pada kualitas manusia yang dihasilkan. “Kami ingin pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kalimantan Barat,” pungkasnya. (mse/r)

Editor : Hanif
#subisidi SPP #anak tidak sekolah #akses pendidikan #internet gratis #pemprov kalbar