Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Rak Ritel di Pontianak Mulai Kosong, Distribusi Barang Terganggu Akibat Keterbatasan Kontainer

Idil Aqsa Akbary • Rabu, 8 April 2026 | 09:05 WIB
Ilustrasi warga berbelanja di salah satu gerai supermarket modern.
Ilustrasi warga berbelanja di salah satu gerai supermarket modern.

 

PONTIANAK POST - Sejumlah rak kebutuhan pokok di gerai ritel modern Kota Pontianak mulai terlihat menipis. Produk seperti mie instan, miak goreng, hingga susu kemasan dilaporkan mengalami keterbatasan stok dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kalimantan Barat. Sejumlah pengelola ritel disebut telah menyampaikan laporan terkait menipisnya pasokan beberapa komoditas kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag-ESDM Kalbar, Agus Satrio Leksono mengatakan, keterbatasan stok terjadi di beberapa gerai ritel modern. “Beberapa gerai memang menyampaikan stok sejumlah komoditas agak terbatas,” ungkap Agus saat dikonfirmasi Pontianak Post, Selasa (7/4).

Menurut Agus, kendala utama berasal dari proses distribusi barang dari luar daerah menuju Kalimantan Barat. Berdasarkan informasi dari distributor, keterbatasan kontainer di sejumlah pelabuhan besar menjadi penyebab tersendatnya pengiriman.

Baca Juga: Polisi di Kayong Utara Dipecat, Terlibat Kekerasan Seksual Anak dan Kasus Narkoba

“Info dari beberapa distributor terdapat kendala dalam pengiriman. Terbatasnya kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas,” jelasnya.

Ia mengakui belum dapat memastikan sejak kapan kondisi keterbatasan stok tersebut mulai terjadi. Namun, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memperlancar distribusi barang ke Kalbar.

Disperindag-ESDM Kalbar saat ini tengah berkomunikasi dengan perusahaan ekspedisi, operator logistik, hingga pihak eksternal di luar daerah untuk mencari solusi atas hambatan distribusi tersebut. “Sedang kami koordinasikan dengan ekspedisi dan logistik, termasuk pihak eksternal di luar Kalbar untuk kelancaran distribusi masuk ke Kalbar,” katanya.

Meski terjadi kendala pada arus barang masuk, Agus memastikan distribusi komoditas dari Kalbar menuju daerah lain hingga kini tetap berjalan normal. “Kalau dari Kalbar keluar lancar,” pungkasnya. (bar)

Editor : Hanif
#kendala distribusi barang #stok #Ritel #minyak goreng