PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa mengatakan update terkait koordinasi antara Pemerintah Pontianak dengan Kementerian Perhubungan menyikapi tindak lanjut proposal ajuan bantuan pembangunan dermaga Bardan-Siantan harus segera diketahui.
Jika dibiarkan berlarut proposal itu justru akan menguap, sebab ajuan permintaan bantuan kepada pemerintah pusat dilakukan oleh semua daerah.
“Koordinasi antara Dishub dengan Kemenhub terkait dengan ajuan proposal bantuan pembangunan dermaga Feri Bardan-Siantan yang rusak itu sudah semestinya diupdate. Apa informasi terbarunya,” tanya Bebby, Selasa (7/4).
Menurut Bebby, dalam upaya meminta bantuan agar pemerintah pusat mau menggelontorkan alokasi anggarannya buat membantu Pemkot Pontianak memperbaiki dermaga Bardan-Siantan yang kondisinya kini sudah tidak bisa digunakan harus dilakukan berkelanjutan. Komunikasi harus intens. Sebab ajuan proposal pembangunan yang dilakukan oleh pemda itu tidak hanya Pontianak saja.
Baca Juga: Dinsos Pontianak Fokus Tangani Kemiskinan dan Tingkatkan Keterampilan Masyarakat
Terdapat banyak ajuan proposal bantuan dari semua daerah di Indonesia. Jika Dishub Pontianak pasif dan tidak lagi ada tindak lanjut setelah proposal ini dikirim ke sana, Bebby mengira bantuan tersebut justru bisa jalan di tempat.
Bebby pun mendorong agar Dishub melakukan komunikasi dengan banyak pihak. Tidak hanya koordinasi dengan Kemenhub saja. Lebih dalam dorong dia, Kalbar ini memiliki anggota DPR RI yang duduk di Komisi V. Komisi membidangi pembangunan. Agar updatenya bisa cepat, mungkin juga bisa dikomunikasikan melalui jalur ini.
Sebab perwakilan Kalbar di Komunikasi V sudah pasti memiliki jaringan di sana. Dengan begitu, koordinasi ajuan proposal bantuan pembangunan dermaga itu bisa diketahui sampai di mana.
Jika bantuan pembangunan dermaga di tahun ini tidak bisa dilakukan. Maka pengoperasian feri juga bakal terhenti lama. Dengan begitu, jalur kendaraan akan terpusat di Jembatan Kapuas I dan II.
Langkah Ketua DPRD dan Wali Kota Pontianak untuk membuka komunikasi dengan berbagai stakeholder buat membangun perbaikan dermaga melalui CSR ini dirasa Bebby juga bisa menjadi solusi.
Baca Juga: Surplus Dagang Kalbar Menyusut pada Februari 2026 Akibat Lonjakan Impor dan Perlambatan Ekspor
Sebab kondisi fiskal pemerintah mulai dari tataran pusat hingga ke daerah saat ini tengah efisiensi. Ketika banyak pihak mau ikut dalam pembangunan daerah perkotaan, maka mereka juga akan turut berkontribusi untuk kemajuan kota ini.
“Saya rasa, ini harus ditindaklanjuti. Jika tidak ada kabar dari Kemenhub, langkah untuk memanggil stakeholder guna membahas persoalan ini patut dicoba,” ujarnya.(iza)
Editor : Hanif