PONTIANAK POST – Sebanyak 176 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengikuti penguatan kompetensi teknis dalam Pelatihan Dasar CPNS, dengan penekanan pada nilai pelayanan dan profesionalitas sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, secara virtual dari Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, Senin (6/4/2026). Dalam arahannya, Harisson menegaskan ASN harus menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar pegawai pemerintah.
“Kita ini bukan sekadar pegawai pemerintah, tetapi pelayan masyarakat. Gaji yang kita terima berasal dari pajak masyarakat, sehingga sudah menjadi kewajiban kita memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ia menekankan, pelayanan publik harus dilandasi empati dan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Muskab Perbakin Kubu Raya Jadi Momentum Pembenahan Organisasi dan Pembinaan Atlet Menembak
“Coba tempatkan diri kita sebagai masyarakat yang ingin dilayani. Apa yang kita harapkan? Disapa, diarahkan, dilayani dengan ramah dan cepat. Itu yang harus kita berikan,” katanya.
Selain itu, Harisson juga membagikan pengalaman kariernya yang dimulai sebagai dokter di daerah terpencil hingga menjadi sekretaris daerah, sebagai contoh pentingnya pengabdian dan kerja sungguh-sungguh.
“Kalau kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati, doa masyarakat akan membawa kita ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya berorientasi pelayanan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
“Berorientasi pelayanan artinya kita berkomitmen memberikan pelayanan prima, bersikap ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan,” jelasnya.
Baca Juga: BPSDM Kalbar Dorong Transformasi Pembelajaran ASN Menuju Sistem Digital dan Blended Learning
Harisson mengingatkan CPNS agar tidak bersikap lambat atau acuh dalam melayani masyarakat serta menghindari penundaan pekerjaan.
“Kalau bisa selesai hari ini, jangan ditunda besok,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang adil dan tidak diskriminatif kepada seluruh masyarakat.
“Layani semua dengan standar yang sama, tanpa membedakan latar belakang. Itulah pelayanan yang profesional,” ujarnya.
Dalam menghadapi keluhan masyarakat, CPNS diminta tetap tenang dan komunikatif.
Baca Juga: Menuju ASN Corporate University, Siapkan Infrastruktur Digital untuk Kompetensi ASN
“Kalau masyarakat datang dengan emosi, kita tidak boleh ikut emosi. Layani dengan tenang dan carikan solusi,” pesannya.
Selain itu, ia mendorong CPNS untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Setiap keluhan harus ditindaklanjuti, dievaluasi, dan diperbaiki. Pelayanan harus terus ditingkatkan,” katanya.
Mengakhiri arahannya, Harisson berharap CPNS dapat menjadi ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Tanamkan dalam diri bahwa kita ini pelayan. Kalau itu sudah tertanam, cara kita bekerja dan melayani pasti akan lebih baik,” tutupnya. (mse/r)
Editor : Hanif