PONTIANAK POST – Lonjakan harga plastik yang dipicu lonjakan biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah, mulai menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Barat.
DPRD Kalbar mendesak pemerintah segera turun tangan untuk meredam dampak yang dinilai berpotensi meluas ke sektor ekonomi informal.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar, Heri Mustamin, misalnya menegaskan kenaikan harga plastik bukan lagi sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan sudah masuk kategori tekanan biaya yang serius bagi pelaku UMKM.
“Ini bukan kenaikan biasa, tetapi sudah menjadi tekanan biaya yang signifikan bagi UMKM. Kalau tidak segera diintervensi, bisa berdampak pada daya tahan usaha kecil dan memicu inflasi sektor informal,” ujarnya.
Baca Juga: Biaya Logistik Meroket, Harga Kebutuhan Pokok di Pontianak Naik
Menurutnya, plastik merupakan komponen penting dalam operasional UMKM, khususnya sektor makanan, perdagangan, dan industri rumahan.
Kenaikan harga bahan ini secara langsung meningkatkan biaya produksi, yang pada akhirnya dapat menggerus margin usaha kecil.
Heri menilai, kenaikan harga plastik diduga berkaitan dengan dinamika global, terutama sektor energi dan bahan baku berbasis minyak dan gas (migas). Namun demikian, ia mempertanyakan relevansi lonjakan harga tersebut di dalam negeri.
“Kita tahu plastik berkaitan dengan migas. Tapi di dalam negeri belum ada kenaikan harga bahan bakar yang signifikan. Jadi perlu dipertanyakan, apakah ini benar dampak global atau ada faktor lain,” katanya.
Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 15% Usai Trump Sepakati Gencatan Senjata
Ia juga mengingatkan potensi spekulasi atau pemanfaatan momentum oleh distributor maupun importir yang menaikkan harga di luar batas kewajaran. “Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi global untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Ini harus diawasi,” tegasnya.
Untuk itu, Heri mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta pemerintah pusat segera melakukan intervensi pasar, termasuk mencari alternatif pasokan bahan baku dan memperketat pengawasan distribusi.
Langkah tersebut dinilai penting agar kenaikan harga tetap dalam batas terkendali dan tidak membebani pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Pemerintah harus hadir. Cari solusi, lakukan pengawasan, dan pastikan kenaikan harga ini tidak membuat UMKM semakin terpuruk,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlangsungan UMKM sangat bergantung pada stabilitas biaya produksi. Jika tekanan harga terus berlanjut tanpa intervensi, dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan aktivitas usaha hingga pemutusan tenaga kerja di sektor informal.
Baca Juga: Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Batasi Tarif Tiket Pesawat Maksimal 13 Persen
"Kami juga berharap pemerintah dapat bergerak cepat agar stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, tetap terjaga di tengah dinamika global yang tidak menentu," pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair