PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menanggapi fenomena di media sosial yang membandingkan pembangunan infrastruktur di Kalbar dengan Provinsi Jawa Barat, termasuk wacana meminjam Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memperbaiki jalan rusak di Kabupaten Sintang.
Pernyataan tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sintang Tahun 2027, Kamis (9/4).
Ia menilai perbandingan tersebut tidak relevan karena perbedaan mendasar dari sisi luas wilayah maupun kapasitas fiskal kedua provinsi.
“Kalau bahasa Jawa, ojo dibanding-bandingke. Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan Jawa Barat,” ujar Krisantus.
Baca Juga: Wagub Krisantus Buka Musda I Pemuda Batak Bersatu, Tekankan Pentingnya Harmoni di Tengah Perbedaan
Menurutnya, Jawa Barat memiliki luas wilayah sekitar 43.000 kilometer persegi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai sekitar Rp31 triliun.
Sementara itu, Kalimantan Barat memiliki luas wilayah sekitar 171.000 kilometer persegi, lebih dari tiga kali lipat, namun dengan APBD hanya sekitar Rp6 triliun.
“Semakin luas wilayah, semakin besar pula beban biaya pembangunan. Itu yang harus dipahami,” tegasnya.
Krisantus bahkan menanggapi secara terbuka wacana netizen yang menyarankan agar Dedi Mulyadi memimpin Kalbar selama beberapa waktu.
“Ayo bertukar, saya mau lihat kalau dengan anggaran Rp6 triliun bisa membangun Kalbar. Kalau bisa, saya cium lututnya,” katanya.
Ia menambahkan, tantangan pembangunan infrastruktur di Kalbar jauh lebih kompleks. Panjang jaringan jalan dan kebutuhan infrastruktur dasar seperti listrik jauh lebih besar dibandingkan wilayah yang lebih padat seperti Jawa Barat.
“Panjang kabel listrik di Kalbar lebih besar, panjang jalan juga lebih panjang. Jadi tidak bisa disamakan,” jelasnya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalbar, lanjut Krisantus, tetap berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk di wilayah Kabupaten Sintang yang selama ini menghadapi keterbatasan anggaran.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sintang yang telah merespons kebutuhan perbaikan jalan, termasuk pengiriman alat berat ke sejumlah titik kerusakan.
Baca Juga: TP PKK Kalbar Santuni Panti Asuhan Amal Jariah, Donata Krisantus Ajak Perkuat Kepedulian Sosial
“Saya memahami betul kondisi di Sintang, karena saya juga berasal dari sana. Infrastruktur memang menjadi tantangan besar, tapi pemerintah provinsi tidak tinggal diam,” ujarnya.
Krisantus mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak pada perbandingan yang tidak proporsional serta meminta para pemangku kepentingan turut memberikan pemahaman yang tepat kepada publik.
“Jangan sampai masyarakat gagal paham. Kita harus memberikan edukasi bahwa setiap daerah memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda,” pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair