Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ria Norsan Prioritaskan Perbaikan Jalan Pesaguan Kendawangan Ketapang dan Tunda Proyek Jembatan Baru

Meidy Khadafi • Jumat, 10 April 2026 | 09:42 WIB
TINJAU INFRASTRUKTUR: Gubernur Kalbar Ria Norsan didampingi Kepala Dinas PUPR Kalbar Iskandar Zulkarnaen meninjau kondisi jalan dan jembatan di Desa Nanjung.  (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)
TINJAU INFRASTRUKTUR: Gubernur Kalbar Ria Norsan didampingi Kepala Dinas PUPR Kalbar Iskandar Zulkarnaen meninjau kondisi jalan dan jembatan di Desa Nanjung. (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Akses transportasi warga di ruas Pesaguan–Kendawangan, Kabupaten Ketapang, kini menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Gubernur Ria Norsan memutuskan mendahulukan perbaikan jalan dibandingkan pembangunan jembatan baru di kawasan tersebut.

Keputusan ini diambil setelah peninjauan langsung di lapangan yang menunjukkan kondisi jalan rusak berat dan dinilai lebih mendesak untuk segera ditangani. Kerusakan berupa lubang di sejumlah titik berpotensi semakin parah, terutama saat musim hujan, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.

Alih-alih melanjutkan rencana pembangunan jembatan sepanjang 30 meter senilai sekitar Rp20 miliar, pemerintah memilih mengalihkan anggaran untuk memperbaiki sekitar 3 kilometer ruas jalan. Dari total tersebut, sekitar 2 kilometer akan ditangani secara maksimal, sementara sisanya difungsikan sementara agar tetap dapat dilalui warga.

Menurut Norsan, langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat, terutama distribusi barang dan akses antarwilayah. Sementara itu, jembatan yang ada masih dinilai layak digunakan dalam jangka pendek dengan catatan dilakukan pengawasan ketat.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah akan memasang rambu-rambu serta memberlakukan pembatasan tonase kendaraan guna menjaga ketahanan jembatan hingga rencana pembangunan kembali dapat direalisasikan.

Pemerintah juga mengajak pemerintah desa dan perusahaan di sekitar kawasan tersebut untuk turut menjaga kondisi jalan, khususnya dalam mengendalikan beban kendaraan berat yang melintas. Menurutnya, kebijakan ini berkaitan dengan penyesuaian prioritas pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah, dengan menempatkan kebutuhan paling mendesak masyarakat sebagai fokus utama. (mdy)

Editor : Hanif
#perbaikan jalan #PESAGUAN #Gubernur Ria Norsan #KENDAWANGAN #proyek jembatan