PONTIANAK POST – Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) merupakan organisasi profesi yang menaungi perusahaan jasa konsultan di bidang perencanaan, pengawasan, dan manajemen konstruksi. Organisasi ini berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan profesional, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Peran tersebut kembali ditegaskan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Inkindo Kalimantan Barat yang secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar (Sekda Kalbar), Harisson, di Hotel Harris Pontianak, Rabu (8/4). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPN Inkindo, Imam Hartawan, Ketua DPP Inkindo Kalbar, Ir. Zulham Effendy, beserta jajaran dan perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalbar.
Dalam sambutannya, Harisson menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musprov sebagai momentum penting untuk memperkuat kelembagaan organisasi di daerah.
“Atas nama Pemprov Kalbar, saya mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Provinsi XI Inkindo Kalbar. Ini momentum penting untuk memperkuat organisasi sekaligus memperkokoh peran konsultan sebagai mitra strategis pemerintah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran konsultan sangat vital dalam mendukung pembangunan yang berkualitas, mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan.
“Konsultan memiliki peran strategis dalam memastikan perencanaan pembangunan berjalan berkualitas, pengawasan proyek profesional, dan hasil pembangunan tepat sasaran,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Pemprov Kalbar membuka ruang kolaborasi yang luas dengan Inkindo guna meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Inkindo untuk meningkatkan kualitas perencanaan, memperkuat tata kelola proyek, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat,” katanya.
Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan transparansi, Harisson juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme.
“Saya berharap Inkindo terus menjaga integritas, profesionalisme, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan transparansi,” tambahnya.
Ia pun berharap musprov ini mampu menghasilkan kepengurusan yang solid dan siap bersinergi dengan pemerintah.
“Musprov ini diharapkan menghasilkan kepengurusan yang kuat, profesional, dan mampu bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kalbar,” tutupnya.
Sementara itu, dari perspektif nasional, Sekjen DPN INKINDO Imam Hartawan menilai pelaksanaan Musprov di Kalbar menunjukkan dinamika organisasi yang aktif dan solid.
“Ini menunjukkan bahwa Inkindo di daerah memiliki kolaborasi dan sinergi yang kuat, baik dengan pengurus pusat maupun pemerintah daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut bahkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kalbar bisa menjadi barometer bagi daerah lain. Dinamika organisasi yang aktif seperti ini harus terus dijaga karena mencerminkan soliditas,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi sektor jasa konstruksi secara nasional, termasuk penurunan jumlah anggota Inkindo.
“Secara nasional, kondisi jasa konstruksi memang sedang tidak baik. Ini berdampak pada penurunan jumlah anggota INKINDO dari sekitar 6.000 menjadi sekitar 4.000,” katanya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, juga terjadi di daerah, termasuk Kalbar, sehingga memerlukan perhatian bersama antara organisasi dan pemerintah.
“Di daerah juga terjadi penyesuaian jumlah anggota. Ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.
Oleh karena itu, Imam menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat konsultan lokal agar mampu bertahan dan berkembang.
“Kami berharap ada penguatan yang nyata, baik dari sisi regulasi, peningkatan kapasitas konsultan lokal, maupun keterlibatan dalam proyek-proyek pembangunan,” harapnya.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, ia memastikan Inkindo tetap berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah.
“Kami dari DPN siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Apa pun tantangannya, harus hadapi bersama,” ujarnya.
Ia juga berharap musprov ini dapat melahirkan kepemimpinan terbaik bagi organisasi.
“Siapa pun yang terpilih nantinya adalah yang terbaik. Tantangan ke depan tidak mudah, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan visioner,” tutupnya. (mse/r)
Editor : Hanif