Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemprov Kalbar Siapkan Renovasi Besar SMAN 1 Ketapang, Fokus Infrastruktur dan Gizi Siswa

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 11 April 2026 | 11:57 WIB
FOTO BARENG: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berfoto bersama siswa saat berkunjung ke SMAN 1 Ketapang. (Adpim Pemprov Kalbar)
FOTO BARENG: Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berfoto bersama siswa saat berkunjung ke SMAN 1 Ketapang. (Adpim Pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Usai menghadiri Musrenbang, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau kondisi fasilitas pendidikan di SMA Negeri 1 Ketapang, Rabu (9/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti kondisi fisik bangunan sekolah yang dinilai sudah memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar berencana melakukan renovasi besar terhadap SMAN 1 Ketapang yang diproyeksikan masuk dalam anggaran tahun 2027.

“Kondisi fisik sekolah ini sudah memprihatinkan dan perlu segera direnovasi. Ada bangunan lama yang menyempal di tengah, nanti akan kita rapikan menjadi bentuk huruf O. Bangunan tengah tersebut akan dirobohkan untuk dijadikan halaman,” ujar Norsan.

Selain infrastruktur, Gubernur juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa. Ia mengapresiasi kualitas menu yang dinilai telah memenuhi standar gizi untuk mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya standardisasi dapur sekolah sebagai upaya menjamin keamanan pangan. Menurutnya, hingga saat ini sebanyak 152 titik layanan MBG di Kalbar telah ditutup karena tidak memenuhi standar.

“Apabila dapur tidak memenuhi standar, misalnya tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan akses air bersih, maka harus ditutup. Kami tidak ingin ada lagi kasus keracunan makanan pada siswa,” tegasnya.

Selain ketersediaan IPAL, keberadaan tenaga ahli gizi dan akses air bersih menjadi syarat utama dalam operasional dapur MBG agar kualitas makanan tetap terjaga.

Lebih lanjut, Norsan menegaskan bahwa perhatian pemerintah provinsi tidak hanya difokuskan di Ketapang, tetapi juga di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat, mengingat SMA dan SMK merupakan kewenangan provinsi.

“Sebagai contoh, pemerintah provinsi juga telah menangani perbaikan sekolah yang terdampak banjir di Kabupaten Melawi agar proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, standardisasi dapur MBG bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari upaya perlindungan terhadap generasi muda agar tumbuh sehat dan siap menerima pembelajaran secara optimal.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui integrasi sektor pendidikan dan kesehatan.

Perbaikan infrastruktur sekolah serta pemenuhan gizi yang memadai diharapkan dapat meningkatkan Harapan Lama Sekolah (HLS) sekaligus kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Norsan, sinergi antara fasilitas pendidikan yang layak dan kesehatan siswa yang terjamin menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Kalbar yang maju dan sejahtera. (mse/r)

Editor : Hanif
#Peningkatan IPM #SMAN 1 Ketapang #infrastruktur #Renovasi #pemprov kalbar