PONTIANAK POST - Puluhan pendonor darah sukarela yang telah menyelamatkan ribuan nyawa mendapat penghargaan khusus dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak dalam Malam Gebyar Donor Darah yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Senin (13/4) malam.
Sebanyak 63 pendonor darah yang telah mencapai 100 kali donor menerima apresiasi berupa piagam penghargaan dan emas Antam seberat 1 gram.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan Halal Bihalal PMI Kota Pontianak sebagai bentuk penguatan solidaritas kemanusiaan di kota tersebut.
Apresiasi untuk “Pahlawan Kemanusiaan”
Ketua PMI Kota Pontianak yang juga Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para pendonor.
Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para relawan yang secara konsisten menyumbangkan darah demi membantu sesama.
Dari puluhan penerima penghargaan, H. Endi Naning, S.Sos tercatat sebagai pendonor terbanyak dengan 164 kali donor darah.
Menurut Edi, kebutuhan darah di Kota Pontianak saat ini mencapai 100 hingga 120 kantong per hari.
Namun kemampuan PMI baru mampu memenuhi sekitar 70 hingga 90 kantong per hari.
“Kekurangan ini sangat bergantung pada peran aktif para pendonor sukarela. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi luar biasa yang telah diberikan,” ujarnya.
Kebutuhan Darah Terus Meningkat
Ketua Unit Donor Darah PMI Kota Pontianak, dr. Sidig Handanu, M.Kes menjelaskan permintaan darah di Pontianak meningkat tajam dalam satu dekade terakhir.
Sekitar 10 tahun lalu kebutuhan darah hanya 25 ribu kantong per tahun.
Pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi 56 ribu kantong per tahun.
Peningkatan ini menunjukkan kebutuhan darah di Pontianak kini telah lebih dari dua kali lipat.
Seiring meningkatnya kebutuhan tersebut, jumlah pendonor juga terus bertambah.
Pada tahun ini, jumlah pendonor tercatat mencapai sekitar 21 ribu orang.
Donor Darah Butuh Komitmen Puluhan Tahun
Menurut dr. Sidig, penghargaan bagi pendonor 100 kali merupakan bentuk apresiasi atas komitmen kemanusiaan jangka panjang.
Untuk mencapai angka tersebut, seseorang biasanya membutuhkan waktu 20 hingga 25 tahun donor darah secara rutin.
“Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi sudah menjadi gaya hidup. Mereka adalah pahlawan kemanusiaan yang bekerja secara sukarela tanpa pamrih,” katanya.
Pendonor: Donor Darah adalah Panggilan Jiwa
Perwakilan pendonor 100 kali, Zulfydar Zaidar Mochtar, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan PMI Kota Pontianak.
Ia mengatakan para pendonor sejatinya tidak pernah berdonor untuk mengejar penghargaan.
“Sejujurnya, para pendonor tidak pernah berpikir untuk mendapatkan penghargaan. Donor darah adalah panggilan jiwa, berbuat untuk kemanusiaan tanpa pamrih,” ungkapnya.
PMI Kota Pontianak berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk rutin berdonor darah.
Dengan partisipasi masyarakat yang lebih luas, kebutuhan darah di Kota Pontianak diharapkan dapat terpenuhi secara optimal. (**)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro