PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN), termasuk dalam penerapan kebijakan kerja fleksibel. Hal itu disampaikannya saat memimpin apel pagi di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar, Senin (13/4/2026), yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, serta peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS.
Dalam arahannya, Krisantus menilai BPSDM harus menjadi contoh atau teladan dalam pengelolaan lingkungan kerja dan pengembangan kualitas ASN. “Kantor BPSDM harus menjadi cermin kualitas ASN, baik dari sisi penataan lingkungan maupun kesiapan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan ASN agar tetap fokus menjalankan tugas meski dihadapkan pada kritik, termasuk di media sosial. “Jangan takut dengan kritik. Selama itu untuk kepentingan masyarakat, jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Terkait kebijakan work from home (WFH) pada hari Jumat, Krisantus menegaskan agar ASN tidak menyalahgunakannya. “WFH bukan berarti bebas. Bekerja dari rumah tetap harus disiplin, bukan justru digunakan untuk kegiatan di luar pekerjaan,” katanya.
Krisantus meminta BPSDM menjadi contoh dalam penerapan disiplin kerja, termasuk saat bekerja secara jarak jauh. Selain itu, ia juga mengingatkan peserta Latsar CPNS untuk mempersiapkan diri menjadi ASN yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Persiapkan diri menjadi abdi negara yang profesional dan mampu bekerja secara kolaboratif,” pesannya.
Apel pagi ditutup dengan ajakan kepada seluruh ASN untuk membangun lingkungan kerja yang terbuka, harmonis, dan tetap profesional. (mse/r)
Editor : Hanif