PONTIANAK POST - Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah almarhum Prof Thamrin Usman di Masjid Kampus Al-Muhtadin Universitas Tanjungpura (Untan), Selasa (14/4).
Setelah disalatkan, jenazah mantan Rektor Untan tersebut secara resmi dilepas oleh Rektor Untan, Garuda Wiko, sebelum dimakamkan.
Ratusan pelayat yang terdiri dari keluarga, civitas akademika, serta tokoh masyarakat turut hadir memberikan penghormatan terakhir bagi sosok akademisi yang dikenal berjasa besar bagi dunia pendidikan di Kalimantan Barat.
Penghormatan Terakhir Civitas Akademika Untan
Sebelum prosesi pelepasan berlangsung, Rektor Untan Garuda Wiko terlebih dahulu melayat ke rumah duka di Jalan Paris 2, Komplek Paris Royal Residence, Pontianak Tenggara.
Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
Garuda Wiko juga memimpin salat jenazah bersama para pelayat di Masjid Kampus Al-Muhtadin Untan.
Sosok Teladan Dunia Pendidikan Kalbar
Dalam kesempatan tersebut, Garuda Wiko menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Prof Thamrin Usman.
Menurutnya, almarhum merupakan figur teladan yang memiliki komitmen kuat dan dedikasi tinggi dalam membangun dunia pendidikan, khususnya di lingkungan Universitas Tanjungpura.
“Kami menyampaikan duka atas kepulangan almarhum. Beliau adalah figur teladan yang memiliki komitmen kuat dan dedikasi tinggi di dunia pendidikan, khususnya di Untan,” ujarnya.
Ia menegaskan, berbagai karya dan pengabdian almarhum selama menjabat sebagai Rektor Untan menjadi fondasi penting bagi perkembangan kampus hingga saat ini.
Warisan Pengabdian untuk Generasi Berikutnya
Garuda Wiko berharap semangat dan keteladanan Prof Thamrin Usman dapat terus menjadi inspirasi bagi civitas akademika Untan.
Ia mengajak seluruh pihak untuk melanjutkan pengabdian dan karya almarhum demi kemajuan institusi serta dunia pendidikan di Kalimantan Barat.
“Besar harapan kami, semangat almarhum dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika Untan untuk terus berkarya dan memajukan institusi ini,” katanya.
Doa untuk Almarhum
Dalam suasana penuh duka, Garuda Wiko juga mengajak seluruh pelayat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Ia turut memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Innalillahi wa innalillahi rojiun. Mari kita doakan agar beliau husnul khatimah, diampuni segala dosa, dan diterima amal baiknya,” ucapnya.
Selain itu, Garuda Wiko juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah bekerja sama dengan Untan selama masa kepemimpinan almarhum.
Ia berharap hubungan baik tersebut dapat terus terjalin sebagai bagian dari upaya bersama memajukan dunia pendidikan di Kalimantan Barat. (bar)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro