Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Aila Afifah Jemaah Calon Haji Termuda Asal Pontianak Hadapi Dilema, antara Ujian dan Panggilan ke Tanah Suci

Marsita Riandini • Kamis, 16 April 2026 | 20:47 WIB
Aila saat mengikuti bimbingan dari wali kelas untuk persiapan tes kemampuan akademik (TKA), lada Kamis (16/4). (MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST)
Aila saat mengikuti bimbingan dari wali kelas untuk persiapan tes kemampuan akademik (TKA), lada Kamis (16/4). (MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST - Suasana ruang kelas VI SD Swasta LKIA Pontianak pagi itu terasa tenang ketika Aila Afifah duduk di bangkunya sambil membuka buku pelajaran, sesekali menatap lembar catatan berisi hafalan doa-doa haji yang ia bawa dari rumah.

Di antara tumpukan buku dan latihan soal ujian, gadis 13 tahun itu menyimpan cerita berbeda dari teman-temannya karena sebentar lagi ia akan berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji.

Aila menjadi jemaah calon haji termuda di Indonesia tahun ini sekaligus membawa kisah haru karena berangkat menggantikan ibundanya yang telah wafat.

Baca Juga: Kisah Aila Afifah, Calon Haji Termuda Indonesia Asal Pontianak yang Berangkat Gantikan Ibunda

“Ya senang nanti bisa beribadah langsung ke Mekkah, melihat Ka'bah,” ucap Aila dengan senyum malu-malu ditemui pada Kamis (16/4).

Hari-hari menjelang keberangkatan di awal Mei membuat Aila harus membagi waktu antara belajar untuk ujian sekolah dan mempersiapkan diri menjalankan ibadah haji.

Ia menghafal doa serta rukun haji sambil tetap menekuni buku pelajaran agar bisa menyelesaikan pendidikan sekolah dasar tepat waktu.

Baca Juga: Manasik Haji 2026 Kayong Utara Diikuti 12 Jamaah, Persiapan Ibadah Dilakukan Sejak Dini

Pagi hari, Aila bersama ayahnya, Ismail Umar, meluangkan waktu berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh menjelang perjalanan ibadah yang panjang.

Latihan fisik dilakukan agar ia siap menjalani rangkaian ibadah seperti tawaf dan sa’i yang membutuhkan stamina.

Selain itu, Aila juga mengikuti manasik haji, salat berjemaah, mendengarkan ceramah, hingga menonton tayangan proses ibadah haji sebagai bekal pemahaman.

Di sekolah, waktunya dihabiskan untuk mengejar persiapan ujian yang jadwalnya semakin dekat.

Ia harus menyelesaikan berbagai latihan soal sambil tetap menjaga semangat menyambut perjalanan spiritual yang segera datang.

Ismail Umar, mengatakan kesempatan berhaji itu datang melalui pelimpahan porsi dari istrinya yang telah meninggal dunia.

Menurutnya, awalnya Aila diperkirakan baru bisa berangkat ketika berusia 18 tahun, namun kebijakan baru dari Kementerian Haji dan Umrah yang memperbolehkan calon jemaah berangkat mulai usia 12 tahun membuat kesempatan itu datang lebih cepat.

Baca Juga: Manasik Haji Kubu Raya 2026 Satukan Lima Kecamatan, Kuota Jemaah Alami Penurunan

“Awalnya (info) yang saya dapat menunggu usia 18 tahun, lalu ada kebijakan baru bahwa usia 12 tahun diperkenankan untuk berangkat haji,” ungkap Ismail.

Setelah mendapat kepastian tersebut, keluarga segera mengurus berbagai persyaratan seperti paspor hingga pemeriksaan kesehatan.

Ismail berharap perjalanan ibadah ini dapat membentuk karakter putrinya menjadi anak yang salehah dan kuat secara spiritual.

Baca Juga: Kemenhaj Pontianak Ingatkan Modus Penipuan Haji dan Umrah, Masyarakat Diminta Lebih Waspada

“Semoga Aila menjadi anak yang berbakti kepada orang tua serta menjadi wanita muslimah yang sukses dunia dan akhirat,” harapnya.

Ia juga bersyukur pihak sekolah memberikan dukungan penuh agar Aila tetap dapat mengikuti ujian sebelum keberangkatan.

Kepala SD Swasta LKIA Pontianak, Rachmad, membenarkan bahwa sekolah memberikan prioritas agar Aila dapat menyelesaikan ujian lebih awal.

Awalnya jadwal ujian tidak menjadi masalah karena Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan ujian akhir sekolah dijadwalkan pada rentang 20 hingga 30 April 2026.

Namun perubahan jadwal hasil rapat Kelompok Kerja Kepala Sekolah membuat ujian akhir dipindahkan ke awal Mei.

“TKA dilaksanakan pada rentang 20 hingga 30 April, sedangkan ujian akhir dimulai 4 Mei,” jelas Rachmad.

Baca Juga: Visa Seluruh Jemaah Haji Terbit, Pemerintah Siapkan 277 Hotel di Tanah Suci

Pihak sekolah kemudian berdiskusi dengan sejumlah kepala sekolah agar Aila dapat mengikuti ujian lebih awal.

Keputusan akhirnya menetapkan Aila mengikuti ujian menggunakan soal cadangan sebelum keberangkatan.

“Pelaksanaan ujian akhirnya setelah TKA atau setelah 24 April sebelum Aila berangkat,” paparnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pontianak, Muslimin, menjelaskan Aila berangkat melalui proses pelimpahan porsi haji dari ibunya yang telah meninggal dunia.

Baca Juga: Cara Cerdas Amankan Nomor Porsi Haji Tanpa Harus Tunggu Kaya

Pelimpahan porsi merupakan pengalihan nomor antrean haji kepada ahli waris sesuai urutan keluarga.

“Tidak bisa digantikan orang lain, bahkan ipar pun tidak bisa karena harus sesuai urutan ahli waris,” ujarnya.

Aila akan berangkat bersama ayah dan bibinya yang tergabung dalam regu yang sama selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Menariknya, guru agama Aila di sekolah juga berada dalam kelompok terbang yang sama.

Muslimin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan ketua regu, ketua rombongan, hingga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji agar Aila mendapat pendampingan selama ibadah berlangsung.

“Usianya masih muda sehingga perlu dibimbing dan didampingi selama menjalankan ibadah,” katanya.

Baca Juga: Manasik Haji Pontianak Kota 2026 Tuntas, 478 Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci

Ia memastikan sejauh ini tidak ada kendala dalam persiapan keberangkatan Aila.

“Alhamdulillah, Aila juga sangat bersemangat untuk melaksanakan ibadah haji,” pungkasnya.

Aila merupakan bagian dari 1.508 calon jemaah haji asal Kota Pontianak yang akan berangkat tahun ini.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 619 jemaah. (mrd)

Editor : Miftahul Khair
#jemaah calon haji termuda #aila afifah #Kemenhaj