Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pengamat Sebut Faktor Mekanis Diduga Jadi Penyebab Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau

Miftahul Khair • Jumat, 17 April 2026 | 13:50 WIB
Proses Evakuasi Korban Helikopter PK-CFX Matthew Air Nusantara Gunakan Heli Caracal ke Supadio
Proses Evakuasi Korban Helikopter PK-CFX Matthew Air Nusantara Gunakan Heli Caracal ke Supadio

 

PONTIANAK POST — Pengamat transportasi udara Kalimantan Barat, Syarif Usmulyani Alqadrie, menilai faktor teknis atau perawatan pesawat menjadi dugaan kuat penyebab kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX yang jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sekadau.

"Dari lima faktor, faktor cuaca bisa dikesampingkan karena berdasarkan rekaman dan kesaksian di lokasi kejadian, kondisi cuaca saat helikopter jatuh dilaporkan cerah dan tidak terjadi hujan maupun gangguan cuaca ekstrem," kata Syarif Usmulyani di Pontianak, Jumat (17/4) dilansir dari Antara.

Syarif yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Transportasi Udara Indonesia (MTUI) Kalimantan Barat menjelaskan, dalam dunia penerbangan terdapat lima faktor utama yang kerap menjadi pemicu kecelakaan.

Baca Juga: Dari Sekadau ke Pontianak, Perjalanan Duka 8 Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Berakhir di RS Bhayangkara

Faktor tersebut mencakup aspek manusia (human factor), kondisi cuaca, gangguan atmosfer seperti windshear, kondisi landasan, serta faktor perawatan mekanik pesawat.

Ia memaparkan, helikopter tersebut lepas landas dari Melawi menuju Kubu Raya sekitar pukul 08.34 WIB dan sempat melakukan komunikasi terakhir sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak pada pukul 10.40 WIB.

Berdasarkan analisis awal dari rekaman visual yang beredar, ia menduga terdapat gangguan pada sistem utama helikopter, terutama pada rotor utama yang berada di bagian tengah badan pesawat.

Baca Juga: Yon Parako 466 Pasgat dan Basarnas Evakuasi Jenazah Korban Heli PK-CFX ke Supadio

"Dari rekaman, posisi helikopter saat jatuh tidak langsung terjun bebas, tetapi seperti masih berusaha melakukan pendaratan. Ini mengindikasikan kemungkinan adanya masalah pada sistem mekanikal, khususnya rotor utama atau sistem penggeraknya," katanya menjelaskan.

Ia menambahkan, indikasi awal mengarah pada persoalan perawatan pesawat yang perlu ditelusuri lebih dalam, termasuk kondisi mesin, sistem mekanik, serta riwayat pemeliharaan sebelum penerbangan dilakukan.

Menurutnya lagi, kontribusi faktor manusia dalam kejadian ini relatif kecil. "Untuk human factor, saya melihat kemungkinan hanya sekitar 10 persen. Selebihnya lebih dominan pada aspek teknis dan mekanikal," katanya.

Selain itu, Syarif juga menyoroti lambannya respons awal setelah helikopter dinyatakan hilang kontak. Ia menilai sistem komunikasi dan koordinasi penerbangan masih perlu dievaluasi.

"Dalam standar penerbangan, jika pesawat kehilangan kontak selama lima hingga sepuluh menit, itu sudah menjadi peringatan serius bagi pihak terkait seperti AirNav. Respons harus cepat, namun dalam kasus ini baru ditemukan setelah lebih dari dua jam. Ini perlu menjadi bahan evaluasi sistem komunikasi dan koordinasi," katanya.

Ia berharap investigasi resmi dari otoritas terkait dapat mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara komprehensif, termasuk melalui pemeriksaan komponen pesawat serta data penerbangan.

Baca Juga: Evakuasi Korban Helikopter di Sanggau Tuntas, Tim SAR Gabungan Kerja Maraton

"Semua harus dikaji secara menyeluruh, baik dari sisi teknis, sistem komunikasi, hingga prosedur penanganan darurat, agar kejadian serupa tidak terulang," kata Syarif Usmulyani. (*/ant)

Editor : Miftahul Khair
#helikopter jatuh Sekadau #pemicu kecelakaan #pengamat