PONTIANAK POST – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pol Pipit Rismanto menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa jatuhnya helikopter yang menewaskan seluruh penumpang. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers bersama Gubernur Kalbar, Ria Norsan di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Jumat (17/4) siang.
“Atas nama pimpinan kepolisian, kami mengucapkan turut berbelasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban,” ujarnya.
Kapolda memastikan, pihaknya bersama pemerintah daerah akan membantu seluruh proses penanganan korban hingga tuntas, mulai dari identifikasi, penyerahan jenazah hingga proses pemulangan.
"Kami bagian dari pemerintah Kalbar akan membantu seluruh proses yang dilaksanakan sampai selesai,” tegasnya.
Sementara itu, terkait penyebab kecelakaan, Pipit menegaskan bahwa penyelidikan bukan menjadi kewenangan kepolisian. Ia menyebut, investigasi sepenuhnya berada di bawah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Untuk penyebab kecelakaan akan didalami oleh pihak berwenang. Ada lembaga khusus yang menangani investigasi kecelakaan transportasi,” jelasnya.
Baca Juga: Pengamat Sebut Faktor Mekanis Diduga Jadi Penyebab Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau
Ia menambahkan, kepolisian saat ini fokus pada proses identifikasi korban melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI), serta penanganan pascakejadian.
"Kami menurunkan beberapa tim, Polri menurunkan tim DVI, dokter forensik, kemudian sarana prasarana untuk kesehatan, kemudian untuk membantu melakukan identifikasi. Kemudian juga kami untuk tindaklanjutnya mensiagakan helikopter berikutnya, apabila ada langkah-langkah berikut yang diperlukan," ungkapnya.
Adapun Pipit menambahkan, korban dalam peristiwa tersebut berjumlah delapan orang, terdiri dari pilot dan copilot, serta enam penumpang.
Dari enam penumpang itu, satu di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA), satu warga Kalbar asal Melawi, dan empat lainnya merupakan warga dari luar Kalbar.
"Jadi (korban) ada satu WNA, satu dari Melawi, dari Kalbar, dan lainnya (empat orang) dari luar Kalbar," katanya.
Seperti diketahui, helikopter yang mengalami kecelakaan pada, Kamis (16/4) tersebut diketahui berjenis Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX.
Berdasarkan kronologi, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, sekitar pukul 07.34 WIB dan dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB saat dalam penerbangan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. (bar)
Editor : Miftahul Khair