PONTIANAK POST – Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Subur, menyampaikan bahwa proses identifikasi korban insiden helikopter jatuh di SekadauKalimantan Barat masih terus berlangsung melalui pencocokan data ante mortem dan post mortem.
Subur menjelaskan, seluruh jenazah korban saat ini telah berada di rumah sakit dan ditangani oleh tim dokter forensik. Proses identifikasi melibatkan sedikitnya empat dokter spesialis forensik guna memastikan keakuratan data korban.
“Yang kami lakukan saat ini adalah proses ante mortem dan post mortem. Ante mortem itu pihak keluarga datang untuk memberikan informasi terkait identitas korban, ciri-ciri fisik, pakaian, hingga tanda khusus yang dimiliki korban,” jelas Subur kepada wartawan di RS Bhayangkara Pontianak, Jumat (17/4) siang.
Baca Juga: Polda Kalbar: Investigasi Penyebab Helikopter Jatuh di Sekadau Diserahkan ke KNKT
Ia menambahkan, dari proses pencocokan tersebut, sejauh ini sudah ada empat jenazah yang berhasil diidentifikasi secara pasti karena memiliki kesesuaian antara data ante mortem dan post mortem.
Empat korban yang telah teridentifikasi yakni Joko Catur Prasetyo, Charles Dominson Lakidang asal Melawi, Patrick Kee Chuan Peng (Warga Negara Malaysia), dan Tak Keng Liam/Victor Tan (dari Jakarta),
“Sudah ada kesesuaian antara ante mortem dan post mortem untuk empat jenazah tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, dari total delapan korban, seluruhnya telah dilakukan pemeriksaan post mortem. Namun, masih ada beberapa jenazah yang dalam proses pencocokan lebih lanjut dengan data keluarga.
“Total delapan jenazah sudah berada di ruang jenazah dan sudah dilakukan tindakan post mortem. Tinggal proses pencocokan dengan data keluarga untuk memastikan identitas secara akurat,” katanya.
Subur memastikan kondisi jenazah masih memungkinkan untuk dikenali, sehingga proses identifikasi dapat berjalan lebih cepat. Ia juga menyebutkan bahwa pihak keluarga akan dilibatkan dalam proses verifikasi akhir sebelum jenazah diserahkan. Selain itu kedelapan jenazah juga memilki kesesuaian dengan manifest heli.
“Kalau sudah ada kesesuaian, akan kami tunjukkan kepada keluarga untuk memastikan, baru kemudian diserahkan,” tambahnya.
Dalam proses ini, kepolisian juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban, termasuk pengawalan hingga proses pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing.
Ia menegaskan bahwa proses evakuasi dan identifikasi berjalan lancar berkat kerja sama berbagai pihak, mulai dari tim SAR, TNI-Polri, hingga masyarakat yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban.
Baca Juga: Pengamat Sebut Faktor Mekanis Diduga Jadi Penyebab Jatuhnya Helikopter PK-CFX di Sekadau
“Semua berjalan dengan baik, dan kami berharap proses identifikasi ini bisa segera selesai sehingga jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga,” pungkasnya. (mse)
Editor : Miftahul Khair