PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya percepatan operasional Pelabuhan Kijing sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Mempawah Tahun 2027 Jumat (17/4).
Menurut Krisantus, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah harus menyusun perencanaan pembangunan secara lebih fokus dan berbasis prioritas strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Prioritaskan Jalan Tol Menuju Pelabuhan Kijing
“Di tengah efisiensi anggaran, kita tidak bisa lagi menyusun program secara parsial. Harus benar-benar prioritas dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.
Ia menilai Pelabuhan Kijing merupakan infrastruktur kunci yang perlu segera difungsikan guna mendorong akselerasi ekonomi, tidak hanya di Mempawah tetapi juga di Kalimantan Barat secara keseluruhan.
“Saya minta Pelabuhan Kijing segera difungsikan. Dampaknya sangat besar, karena selama ini aktivitas ekspor kita masih melalui daerah lain,” ujarnya.
Baca Juga: Trafik Kapal di Terminal Kijing Naik 15% pada 2025, Terminal Siap Luncurkan Layanan Petikemas
Krisantus menjelaskan, operasional pelabuhan internasional tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan sektor ekonomi turunan, termasuk logistik dan industri pendukung.
“Kalau pelabuhan ini aktif, efeknya langsung terasa. Kebutuhan logistik kapal saja sudah menciptakan nilai ekonomi, belum lagi industri dan tenaga kerja yang terserap,” jelasnya.
Selain itu, ia mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut. Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi dapat menjadi dasar kuat bagi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan lanjutan, termasuk infrastruktur jalan.
“Ketika aktivitas meningkat dan terjadi kepadatan, itu akan menjadi alasan kuat bagi pusat untuk mempercepat pembangunan, termasuk jalan tol,” tambahnya.
Di sektor lain, Krisantus juga menyoroti potensi pertanian di Mempawah yang dinilai masih bisa dioptimalkan. Ia menyebut produktivitas pertanian dapat mencapai 6 ton per hektare dengan peluang panen hingga tiga kali dalam setahun.
“Ini potensi besar yang harus dimaksimalkan sebagai kekuatan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Ia turut menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam pengendalian inflasi daerah. Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus bergantung pada operasi pasar, melainkan harus memperkuat sektor produksi.
“Kita harus membangun sentra produksi agar kebutuhan pokok seperti telur, ayam, dan ikan selalu tersedia,” tegasnya.
Dengan optimalisasi Pelabuhan Kijing dan penguatan sektor produksi, Pemprov Kalbar berharap pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat secara berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (den)
Editor : Miftahul Khair