PONTIANAK POST – Kota Pontianak mendominasi jumlah jemaah haji Kalimantan Barat tahun 1447 H/2026 M. Dari total 1.858 jemaah, sebanyak 1.508 di antaranya berasal dari Kota Pontianak. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 619 jemaah, atau naik 143,6 persen.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pontianak, Muslimin, mengatakan jemaah haji Kota Pontianak terbagi dalam empat kloter dari total lima kloter, yakni kloter 14, 15, 16, dan 17. “Bahkan kloter 16 seluruhnya diisi jemaah dari Kota Pontianak, sedangkan kloter lainnya merupakan gabungan dengan jemaah dari kabupaten lain,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jemaah kloter 14 akan berangkat pada 6 Mei 2026 dari Embarkasi Batam menuju Madinah. Sementara kloter lainnya berangkat dari Embarkasi Batam menuju Jeddah. “Kloter 14 merupakan penerbangan terakhir untuk gelombang pertama, sehingga mereka terbang ke Madinah terlebih dahulu baru ke Mekkah. Sedangkan kloter lain masuk gelombang kedua, terbang ke Jeddah, kemudian saat kepulangan baru ke Madinah,” jelasnya.
Muslimin menambahkan, persiapan keberangkatan terus dimatangkan, mulai dari paspor, koper jemaah, hingga kesiapan pesawat dan asrama. Namun, masih ada kemungkinan penundaan keberangkatan karena alasan kesehatan.
Baca Juga: Wagub Kalbar Dorong Dorong Percepatan Operasional Pelabuhan Kijing untuk Ungkit Ekonomi Daerah
“Sementara ini ada lima jemaah yang mengajukan pembatalan menjelang keberangkatan, tiga di antaranya karena sakit dan dua lainnya meninggal dunia. Kami segera memprosesnya, termasuk menyiapkan pengganti sesuai nomor urut porsi haji,” katanya.
Ia menjelaskan, pembatalan dilakukan melalui pengajuan surat permohonan oleh jemaah atau ahli waris. Selanjutnya, tim akan memprosesnya melalui aplikasi dan melaporkannya ke Kemenhaj Kalbar. “Nanti Kemenhaj provinsi akan melaporkan ke pusat. Selama masih bisa diproses dalam aplikasi, akan kami tindak lanjuti. Namun, keputusan tetap menunggu dari pusat,” pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif