PONTIANAK POST – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago, didampingi Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Lian Asa Borneo di Jalan Suwignyo, Kota Pontianak, Kamis (16/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam menekankan pentingnya menjaga standar kualitas dapur guna memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, layanan dapur MBG memiliki dampak luas, mulai dari peningkatan kesehatan siswa hingga mendorong perputaran ekonomi lokal.
Djamari mengapresiasi kesiapan SPPG yang dinilai telah memenuhi standar teknis operasional. Ia juga menyoroti pentingnya instalasi penjernihan air serta sistem pengelolaan limbah yang baik, mengingat lokasi fasilitas berada di kawasan permukiman padat.
“Saya melihat SPPG ini sudah memenuhi standar kesehatan, memiliki instalasi penjernihan air, serta pengelolaan limbah yang baik. Ini sangat krusial karena berada di tengah permukiman,” ujarnya.
Baca Juga: Menko Polkam dan Gubernur Kalbar Tinjau Koperasi Desa Jeruju Besar, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Selain meninjau fasilitas, kunjungan ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada pihak yang terlibat dalam pembangunan dan operasional SPPG.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada kepala SPPG, investor, serta yayasan yang telah menginisiasi pembangunan fasilitas ini. Ini langkah strategis untuk masa depan bangsa,” tambahnya.
Di akhir kunjungan, Djamari memberikan motivasi kepada pengelola dan staf agar terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Terus pertahankan dan tingkatkan pelayanan kepada anak-anak. Jangan lelah mengabdi kepada bangsa,” pesannya.
Sementara itu, Ria Norsan menegaskan bahwa kualitas dapur menjadi pilar utama yang tidak boleh dikompromikan dalam pelaksanaan program MBG.
Baca Juga: DPRD Kalbar Usulkan Perbaikan Dermaga Feri Gunakan Pokir DPR Demi Kelancaran Transportasi
“Saya berpesan agar standar dapur selalu dijaga. Jangan sampai ada kendala yang mencoreng program ini, karena manfaatnya sudah dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sistem filtrasi air dan pengelolaan limbah yang optimal agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, Gubernur menyebut program ini turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal dan petani.
“Permintaan bahan pangan lokal meningkat. Petani kini memiliki kepastian pasar, sehingga lebih termotivasi untuk meningkatkan produksi,” pungkasnya. (mse/r)
Editor : Hanif