PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Sambas menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 di Aula Kantor Bupati Sambas, Jumat (17/4). Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyepakati prioritas program serta menyelaraskan kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Bupati Sambas, Jumat (17/4), itu dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson, Bupati Sambas Satono, Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi, jajaran forkopimda, serta perangkat daerah.
Dalam arahannya, Harisson menegaskan pembangunan harus difokuskan pada sektor-sektor yang memberi dampak langsung terhadap masyarakat, terutama pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, dan perdagangan yang selama ini menjadi penopang ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi Kalbar terus meningkat dari tahun ke tahun. Artinya, kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk di Sambas, sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Baca Juga: Wagub Kalbar Kunjungi Situs Raja Mawikng, Siapkan Anggaran untuk Pengembangan Cagar Budaya
Namun, ia mengingatkan keterbatasan anggaran menuntut pemerintah daerah menetapkan prioritas pembangunan secara tepat.
“Kita harus fokus. Tidak semua program bisa dijalankan sekaligus. Pilih sektor yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Harisson, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya tercermin dalam angka, tetapi harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sampai pertumbuhan tinggi, tetapi tidak dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam konteks ketahanan pangan, ia menekankan pentingnya keberpihakan kepada petani sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ia juga mengingatkan potensi berkurangnya lahan pangan akibat peralihan ke komoditas lain yang dinilai lebih menguntungkan.
Baca Juga: Bupati Satono Desak Pemprov Bangun Duplikasi Jembatan Batu dan Pelebaran Jalan Strategis
“Jika kita ingin swasembada pangan, maka kita harus berpihak pada petani,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta perangkat daerah bekerja lebih terarah dalam mendukung petani, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran.
“Jika petani sejahtera, maka ekonomi daerah akan ikut tumbuh,” tutupnya.
Sementara itu, Bupati Sambas Satono menyampaikan sejumlah indikator pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif, di antaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 72,8, penurunan angka kemiskinan dari 6,53 persen menjadi 6,37 persen, serta penurunan tingkat pengangguran.
“Ini adalah hasil kerja bersama seluruh pihak,” ungkapnya.
Baca Juga: Program Jumat Bersih di Kecamatan Tebas Libatkan Sekolah dan Warga Jaga Lingkungan Sehat
Satono menegaskan pembangunan daerah harus bertumpu pada kolaborasi, termasuk dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar dalam percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan dan pembangunan jembatan.
“Pelebaran jalan dan pembangunan jembatan sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Sebagai daerah lumbung pangan, kata dia, Pemkab Sambas berkomitmen menjaga stabilitas produksi pertanian, terutama padi, sekaligus memperkuat sektor hilir agar hasil pertanian memiliki nilai tambah.
“Jika hasil panen memiliki nilai jual lebih tinggi, maka kesejahteraan petani juga akan meningkat,” pungkasnya. (mse/r)
Editor : Hanif