Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemprov Kalbar Gencarkan Pelatihan Kerja dan Job Fair untuk Tekan Angka Pengangguran Daerah

Idil Aqsa Akbary • Rabu, 22 April 2026 | 10:12 WIB
Ahmad Priyono
Ahmad Priyono

PONTIANAK POST – Pemprov Kalbar terus menggencarkan berbagai program untuk menekan angka pengangguran. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), sejumlah langkah strategis dijalankan, mulai dari pelatihan kerja hingga fasilitasi penempatan tenaga kerja.

Kepala Disnakertrans Kalbar, Ahmad Priyono mengatakan, program yang dilaksanakan mencakup pelatihan berbasis kompetensi di UPTD PKPTK serta UPTD Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Entikong. Selain itu, pemerintah juga rutin menggelar job fair atau bursa kerja, program magang dalam, dan luar negeri, serta memfasilitasi penempatan tenaga kerja.

“Upaya ini dilakukan agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam tiga tahun terakhir Pemprov Kalbar juga menyalurkan bantuan stimulan bagi pelaku UMKM yang tergolong miskin ekstrem. Bantuan tersebut berupa peralatan kerja seperti oven gas, cup sealer, dan mixer.

Baca Juga: Dari Kegiatan Lebaran Sastra-Silaturahim Literasi: Hangat Lewat Tradisi Saling Bercerita di Momen Lebaran

“Dukungan usaha ini diberikan kepada peserta pelatihan agar mereka bisa mandiri, dan membuka peluang kerja baru,” jelasnya.

Namun demikian, efektivitas pelatihan kerja masih menjadi perhatian. Ahmad menyebut, Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalbar kini diposisikan tidak sekadar sebagai lembaga pelatihan, tetapi sebagai simpul strategis yang menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja.

“Pelatihan yang diberikan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga diharapkan lebih relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

Di sisi lain, upaya menekan pengangguran juga menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya keterbatasan infrastruktur di wilayah pedalaman yang menyebabkan informasi lowongan kerja belum merata. Selain itu, masih terdapat ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

Tak hanya itu, ia menilai di Kalbar masih minim investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja padat karya. Belum lagi pemerintah daerah sendiri harus dihadapkan pada keterbatasan anggaran pelatihan. 

Baca Juga: Salat Fardhu Jadi Penentu Amal Akhirat, Ini  Penjelasannya Menurut UAH  

“Kendala-kendala ini menjadi tantangan yang terus diupayakan solusinya agar penyerapan tenaga kerja di Kalbar bisa semakin optimal,” harapnya.(bar)

Editor : Hanif
#job fair #UMKM #pengangguran #pelatihan kerja #pemprov kalbar