Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemerintah Pusat Waspadai Kalbar, Curah Hujan Terendah akibat El Nino Bikin Karhutla Lebih Parah

Aristono Edi Kiswantoro • Rabu, 22 April 2026 | 16:28 WIB
PADAMKAN API: Petugas gabungan saat berusaha memadamkan api di kebun warga di Pulau Maya yang hangus terbakar akibat karhutla, Minggu (29/3/2026).
PADAMKAN API: Petugas gabungan saat berusaha memadamkan api di kebun warga di Pulau Maya yang hangus terbakar akibat karhutla, Minggu (29/3/2026).

 

PONTIANAK POST - Ancaman kebakaran hutan dan lahan kembali membayangi Kalimantan Barat, saat musim kemarau diprediksi datang lebih kering dan panjang akibat fenomena El Nino.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq secara khusus mewanti-wanti enam provinsi rawan karhutla, termasuk Kalimantan Barat.

Selain Kalbar, provinsi lain yang masuk perhatian adalah Riau, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki lahan gambut luas yang sangat rentan terbakar saat kekeringan.

“Tahun ini El Nino berkategori rendah hingga moderat tetapi terjadi pada musim kemarau, sehingga dampaknya diproyeksikan lebih signifikan,” ujar Hanif.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan turun drastis.

Angkanya diperkirakan kurang dari 100 mm per bulan atau di bawah 5 mm per hari.

Kondisi ini berpotensi memperpanjang hari tanpa hujan dan menyulitkan upaya modifikasi cuaca.

Di lapangan, ancaman terbesar datang dari gambut yang mengering.

Hanif mengungkapkan, di sejumlah wilayah terjadi penurunan tinggi muka air tanah hingga 150 cm.

Padahal, kondisi aman berada di atas 40 cm dari permukaan tanah.

“Penurunan di bawah 80 cm menjadi indikator meningkatnya risiko kebakaran,” tegasnya.

Karena itu, pemerintah daerah diminta bergerak cepat.

Pemantauan tinggi muka air gambut harus dilakukan secara detail dan berkelanjutan.

Pemasangan alat pemantau otomatis maupun manual juga harus segera diaktifkan.

Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan ke area konsesi perusahaan.

Baik perkebunan maupun kehutanan diminta meningkatkan pengawasan dan pengelolaan kanal di lahan gambut.

Di tingkat masyarakat, kelompok peduli api diminta kembali diaktifkan.

Keterlibatan warga dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah kebakaran sejak dini.

Koordinasi lintas kementerian pun diperkuat untuk memastikan kesiapan anggaran dan teknis di lapangan. (ant)


Infografis – Fakta Penting

Poin Keterangan
Wilayah Rawan Kalbar, Riau, Kalteng, Jambi, Sumsel, Kalsel
Penyebab El Nino saat musim kemarau
Curah Hujan <100 mm/bulan
Batas Aman Gambut >40 cm dari permukaan
Risiko Tinggi Jika turun di bawah 80 cm
Langkah Antisipasi Pemantauan, alat ukur, aktivasi masyarakat

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#karhutla kalbar #bmkg #kebakaran hutan #el nino #lahan gambut