PONTIANAK POST - Pemerintah kabupaten/kota se- Kalbar turut ambil bagian dalam meringankan beban biaya tambahan jemaah haji tahun ini. Bantuan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari subsidi langsung per jemaah hingga pembiayaan transportasi dari daerah ke Kota Pontianak.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kalbar, Medya Yanuar Abdullah mengungkapkan, hasil koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota menunjukkan adanya kontribusi nyata dalam membantu jemaah.
Di antaranya, disebutkan dia, Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya memberikan bantuan sebesar Rp1,5 juta per jemaah. Sementara Kota Singkawang menyalurkan Rp2 juta, Kabupaten Sambas Rp1 juta, Kapuas Hulu Rp5 juta, Melawi Rp2 juta, Landak Rp1 juta, serta Bengkayang Rp3 juta per jemaah.
Bahkan, khusus Kabupaten Mempawah menanggung penuh biaya transportasi udara jemaahnya. Sementara Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara memberikan dukungan dalam bentuk pembiayaan transportasi dari daerah menuju Pontianak.
Baca Juga: Gubernur Kalbar Atur Kombinasi WFO-WFH ASN, Maksimal 50 Persen Pegawai Kerja dari Rumah
“Ada juga daerah yang membantu dalam bentuk transportasi dari kabupaten ke provinsi, seperti Ketapang dan Kayong Utara, jadi mereka menggunakan pesawat (dari daerah). Ini menunjukkan bahwa kabupaten/kota tidak lepas tangan. Mereka tetap berupaya membantu sesuai kemampuan fiskal masing-masing,” kata Medya.
Ia menjelaskan, dalam penyelenggaraan ibadah haji terdapat dua komponen pembiayaan, yakni biaya yang ditanggung pemerintah pusat melalui BPIH dan biaya tambahan atau biaya lokal. Biaya lokal mencakup transportasi darat, transportasi udara, akomodasi, dan konsumsi, baik saat keberangkatan maupun kepulangan.
Untuk tingkat provinsi, Pemprov Kalbar mengambil peran pada sejumlah komponen utama. Transportasi darat jemaah, mulai dari Asrama Haji Pontianak ke Bandara Supadio, hingga penjemputan di Batam dan pengantaran kembali ke Pontianak, sepenuhnya ditanggung Pemprov dengan anggaran Rp748 juta.
Selain itu, Pemprov juga menanggung biaya akomodasi jemaah di Batam sebesar Rp137,51 juta, serta konsumsi jemaah selama berada di Asrama Haji Pontianak dan Batam dengan total Rp169,34 juta. Secara keseluruhan, anggaran yang dialokasikan Pemprov Kalbar mencapai sekitar Rp1,09 miliar.
“Sebagai koordinator penyelenggaraan, provinsi memastikan seluruh proses berjalan baik, termasuk menjaga kondisi jemaah sejak masuk asrama hingga keberangkatan,” jelasnya.
Baca Juga: Singkawang Percepat Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk Kemandirian Ekonomi Pesisir
Meski demikian, masih terdapat komponen biaya yang menjadi tanggungan jemaah, khususnya transportasi udara rute Pontianak–Batam pulang pergi. Uuntuk tahun ini, biaya tersebut mencapai sekitar Rp7,1 juta per orang.
“Dengan adanya bantuan dari pemerintah kabupaten/kota, itukan bisa digunakan untuk mengurangi biaya yang ditanggung jemaah,” katanya.
Medya menambahkan, skema pembiayaan tersebut juga mengacu pada ketentuan perundang-undangan. Dalam aturan terbaru, yakni Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2025, pembiayaan transportasi dari daerah asal ke embarkasi dapat dibebankan pada APBD.
Namun, apabila kemampuan anggaran daerah tidak mencukupi, maka biaya tersebut dapat dibebankan kepada jemaah. “Jadi secara aturan sudah jelas. Pemerintah daerah tetap hadir membantu, hanya saja disesuaikan dengan kemampuan fiskal masing-masing,” pungkasnya.(bar)
Editor : Hanif