Pelabuhan Kijing Catat Lonjakan Aktivitas Non Peti Kemas, Dukung Industri Bauksit dan Alumina

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Kamis, 23 April 2026 | 08:13 WIB
Suasana Terminal Kijing.
Suasana Terminal Kijing.

PONTIANAK POST - Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak, Suwanda, mengatakan pengembangan Pelabuhan Kijing akan terus dilakukan, khususnya dalam penambahan fasilitas untuk mendukung aktivitas curah cair dan curah kering.

“Ke depan akan ditambah lagi dermaga untuk curah cair maupun curah kering. Ini untuk mengakomodir kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujarnya kemarin.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Saat ini, aktivitas di Pelabuhan Kijing disebut sudah sangat optimal. Berbagai komoditas unggulan seperti bauksit, batu bara, hingga alumina mendominasi arus keluar-masuk barang.

Dalam satu bulan, jumlah kapal yang bersandar bisa mencapai 93 unit, angka yang menunjukkan tingginya intensitas aktivitas logistik di kawasan tersebut.

Baca Juga: Seminar Peringatan Hari Kartini: Perempuan Menjaga Hutan, Memperkuat Ekonomi Keluarga

“Komoditas yang paling dominan itu bauksit, batu bara, dan alumina. Tapi untuk curah cair juga sudah mulai berkembang,” katanya.

Penguatan peran Pelabuhan Kijing juga tak lepas dari masuknya sejumlah tenant industri besar. Salah satunya adalah PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) yang tengah mengembangkan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) tahap dua.

Proyek ini nantinya akan melanjutkan proses hilirisasi dari alumina menjadi aluminium, sekaligus memperkuat posisi Kalbar dalam rantai industri mineral nasional.

“PT BAI akan membangun SGAR 2. Selain itu, mereka juga akan membangun fasilitas PLTU berbasis batubara untuk mendukung operasional,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan, pihak Pelindo juga akan membangun dermaga tambahan untuk menunjang kebutuhan logistik proyek tersebut.

Baca Juga: Harga Plastik Naik Tekan UMKM Pontianak, Pedagang Keluhkan Untung Makin Menipis

Tak hanya itu, aktivitas curah cair yang sebelumnya terbatas kini mulai mengalami peningkatan signifikan. Masuknya perusahaan besar seperti PT Apical dan PT Pacific Bio Industry menjadi sinyal positif berkembangnya sektor ini.

“Dulu curah cair hanya untuk kebutuhan IUP. Tapi sekarang sudah mulai berkembang. PT Apical dan PT Pacific Bio Industry sudah mulai masuk, bahkan sudah ada dua kapal yang sandar,” jelasnya.

Dia menambahkan, salah satu komoditas penting yang mulai ditangani adalah caustic soda liquid (CSL), bahan yang digunakan dalam proses pengolahan bauksit menjadi alumina.

Dengan berbagai pengembangan tersebut, Pelabuhan Kijing diproyeksikan tidak hanya menjadi pelabuhan bongkar muat, tetapi juga pusat pertumbuhan industri berbasis hilirisasi di Kalbar.(iza)

Editor : Hanif
industri bauksit pelabuhan kijing batu bara Peti Kemas logistik