PONTIANAK POST – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Aneka Usaha Kalimantan Barat terus mengoptimalkan pengelolaan aset milik pemerintah daerah sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Kalbar, Syariful Hamzah Nauly, menyebutkan saat ini terdapat sejumlah aset strategis yang dikelola perusahaan daerah tersebut. Di antaranya pengelolaan parkir di kawasan GOR, laboratorium eks-UPT Dinas Perikanan, hingga rencana pemanfaatan pabrik pengolahan oli bekas di Ambawang.
Selain itu, Perumda juga tengah menyiapkan pengoperasian fasilitas insinerator di Singkawang yang diperuntukkan bagi pengelolaan limbah medis.
“Semua itu merupakan aset milik pemerintah provinsi yang kami kelola. Beberapa sudah berjalan sejak 2022, seperti pengelolaan parkir dan laboratorium perikanan,” ujarnya.
Menurutnya, kontribusi Perumda terhadap pemerintah daerah saat ini masih berasal dari skema sewa pengelolaan aset, yang nilainya berkisar Rp400 juta hingga Rp500 juta per tahun. Namun, angka tersebut diproyeksikan meningkat signifikan seiring beroperasinya unit usaha baru.
“Kalau pabrik oli dan insinerator sudah berjalan, kontribusi bisa meningkat hingga sekitar Rp1 miliar per tahun,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Perkuat Ketahanan Fiskal dan PAD
Meski demikian, dari sisi dividen, Perumda Aneka Usaha Kalbar belum dapat memberikan setoran kepada pemerintah daerah. Hal ini disebabkan masih adanya beban kerugian kumulatif dari tahun-tahun sebelumnya.
Syariful menjelaskan, sejak 2022 perusahaan sebenarnya telah mencatatkan keuntungan. Namun, laba tersebut masih dialokasikan untuk menutup kerugian lama sesuai ketentuan keuangan BUMD.
“Keuntungan yang ada belum bisa disetor sebagai dividen, karena harus digunakan untuk menutup kerugian sebelumnya dan dimasukkan ke cadangan umum,” jelasnya.
Ia menegaskan, meski belum menyumbang dividen, Perumda tetap berkomitmen memberikan kontribusi nyata melalui optimalisasi aset daerah. Langkah ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan alternatif bagi pemerintah provinsi.
“Kami fokus bagaimana aset-aset daerah ini bisa produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair