Pelatihan Juleha Perkuat Sistem Halal di Kalbar, Jaga Kepercayaan Masyarakat terhadap Produk

Marsita Riandini • Dipublikasikan Jumat, 24 April 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi halal.
Ilustrasi halal.

PONTIANAK POST - Penguatan sistem jaminan halal di Kalimantan Barat terus digencarkan melalui peningkatan kapasitas Juru Sembelih Halal (Juleha). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat,  Basri HAR  menegaskan bahwa konsep halal tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan sebuah sistem yang terintegrasi.

“Halal itu sebuah sistem. Juleha hadir untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat berasal dari sembelihan yang sesuai syariat,” ujarnya.

Basri berharap, pelatihan  yang diberikan tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta secara teknis, tetapi juga mendorong percepatan terwujudnya sistem jaminan halal di daerah. Ia menilai, peran juru sembelih halal menjadi salah satu titik kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap produk halal.

“Saya harap pelatihan ini diikuti dengan serius, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan. Semoga membawa keberkahan dan mendapat ridha Allah SWT,” tuturnya.

Baca Juga: Audiensi TNI AD dan Pemprov Kalbar Kaji Peran Ormas dalam Mendukung Stabilitas dan Pembangunan

Pelatihan Juleha ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kesadaran dan kompetensi masyarakat terhadap pentingnya standar halal, seiring meningkatnya kebutuhan akan jaminan kehalalan produk di tengah masyarakat.

Kepala Bagian Tata Usaha, Mahmud menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan ini.  Mahmud menekankan bahwa proses penyembelihan hewan tidak sekadar aktivitas teknis, melainkan bagian dari ibadah yang harus dijalankan sesuai syariat. Karena itu, keberadaan juru sembelih halal menjadi krusial dalam memastikan kehalalan produk sejak dari hulu.

“Penyembelihan hewan bukan perkara sembarangan. Ada syariat yang harus dijaga. Peran Juru Sembelih Halal sangat penting karena setiap amal harus disertai ilmu. Tanpa ilmu, amal bisa tertolak,” ujar Mahmud. 

Ia menambahkan, pemahaman yang benar tentang tata cara penyembelihan tidak hanya berdampak pada sah atau tidaknya ibadah, tetapi juga menentukan kualitas kehalalan rantai pangan. “Hasil sembelihan menjadi sumber awal dalam menjaga kehalalan makanan yang dikonsumsi masyarakat,” katanya..

Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Kalbar, M. Ma’sum Ahmadi,  menegaskan bahwa Juleha memiliki peran strategis dalam memastikan kehalalan produk sejak tahap awal.

Baca Juga: Pengamat Apresiasi Sidak Kementan, Stok Beras Nasional Dinilai Melimpah dan Transparan

“Juru sembelih halal adalah garda terdepan dalam sistem halal. Proses ini bukan sekadar teknis, tetapi bagian dari ibadah yang harus dijalankan sesuai syariat dan dilandasi ilmu,” pungkasnya. (mrd)

Editor : Hanif
jaminan halal mui kalbar pelatihan syariat juleha