PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan pada peringatan Hari Bumi 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
“Hari Bumi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak demi terwujudnya masyarakat Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera dan berkelanjutan,” ujar Krisantus di Pontianak, Jumat (24/4).
Peringatan yang mengusung tema “Bergerak Jaga Bumi” ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, mitra pembangunan, sektor swasta hingga masyarakat sipil. Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk memperkuat sinergi dalam menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalimantan Barat, Adi Yani, menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi harus menjadi pengingat bahwa manusia merupakan bagian dari ekosistem yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Baca Juga: AS Bekukan Aset Kripto Iran Senilai Rp5,5 Triliun di Tengah Ketegangan Perang
“Kami terus berupaya memberi ruang bagi seluruh pihak agar dapat terlibat aktif dalam upaya pelestarian lingkungan di daerah ini,” ujarnya.
Senada, perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melalui Kepala Bagian Tata Usaha, Imam Setyo Hartanto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam aksi nyata perlindungan flora dan fauna.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi melalui pemukulan gong oleh Wakil Gubernur, sekaligus peluncuran Yayasan Prakarsa Alam Indonesia (Pranaraya) sebagai organisasi nasional yang bergerak di bidang konservasi.
Country Director Fauna & Flora Indonesia Programme, Cahyo Nugroho, menyampaikan dukungannya terhadap peluncuran Pranaraya sebagai bagian dari penguatan upaya konservasi di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Direktur Pranaraya, Rahmawati, menyebut momentum Hari Bumi menjadi titik penting bagi organisasinya untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.
Baca Juga: Pontianak Raih Kota Terbaik Zona Konsolidasi IKT 2025, Bukti Nyata Toleransi dan Harmoni Warga
Kegiatan juga diisi dengan pameran produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), fotografi bertema lingkungan, serta talkshow lintas sektor yang menghadirkan narasumber dari pemerintah, akademisi, dan praktisi konservasi.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, DLHK Kalbar juga akan menggelar kegiatan lanjutan berupa fun run, pembagian bibit, serta penanaman pohon pada 26 April 2026 yang melibatkan masyarakat luas. (mse)
Editor : Hanif