PONTIANAK POST - Sebanyak 175 ribu bibit pohon yang ditanam di kawasan Gunung Palung National Park berasal dari pasien yang berobat di Klinik ASRI, menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung pemulihan hutan melalui layanan kesehatan berbasis konservasi.
Muhammad Rusda Yakin, selaku Manager Konservasi ASRI, mengatakan jumlah tersebut merupakan seperempat dari total lebih 700 ribu bibit yang ditanam sejak 2009 hingga 2025 oleh Balai Taman Nasional Gunung Palung bersama ASRI di wilayah Kalimantan Barat.
Menurut Rusda, sebagian besar bibit dikumpulkan melalui layanan Klinik Keliling yang menjangkau masyarakat sekitar hutan. Dalam satu kali perjalanan, tim ASRI dapat mengangkut hingga 1.000 bibit dari lokasi pengumpulan, dengan waktu tempuh mencapai tujuh jam pulang-pergi dari kantor ASRI.
Rusda menjelaskan jika skema ini tidak hanya memberi alternatif pembayaran layanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat upaya reboisasi di kawasan hutan terdegradasi.
“Kontribusi pasien dalam bentuk bibit pohon menjadi bagian penting dalam model layanan kesehatan yang terintegrasi dengan konservasi,” ujar kata Rusda, siang kemarin.
Salah satu pasien Klinik Keliling, Kartika, menilai mekanisme tersebut membantu meringankan biaya berobat sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan.
Sebelum ditanam, bibit yang terkumpul menjalani proses perawatan di persemaian selama dua hingga tiga bulan agar memenuhi standar penanaman. Proses penanaman dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat dan Balai Taman Nasional Gunung Palung.
Rusda menyebut berdasarkan pemantauan 2020–2025, sedikitnya 51 spesies satwa liar kembali terpantau di kawasan reboisasi, termasuk Orangutan, yang menjadi indikator pemulihan ekosistem hutan. (mse)
Editor : Basilius Andreas Gas