Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gubernur Kalbar Ingatkan Jemaah Haji Siapkan Fisik Prima Jelang Wukuf di Arafah

Marsita Riandini • Senin, 27 April 2026 | 09:56 WIB
Gubernur Kalbar pada acara pelepasan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (26/4). (Adpim pemprov Kalbar)
Gubernur Kalbar pada acara pelepasan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (26/4). (Adpim pemprov Kalbar)

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan,  menekankan bahwa ibadah haji tidak hanya sebagai perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama menjelang puncak ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik dan rohani. Rangkaian seperti tawaf, sa’i, hingga melontar jumrah membutuhkan stamina yang kuat. Karena itu, jaga kesehatan dengan baik sebelum hari wukuf,” pesannya saat melepas keberangkatan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (26/4/2026). 

Di momen ini, Ria Norsan  juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Pembina Muhammadiyah Kalbar,Hasan Gapar, yang merupakan guru agamanya sejak masa sekolah. Bahkan, pembimbingnya saat menunaikan ibadah haji pertama pada tahun 2003.

“Beliau adalah guru saya dan pembimbing ibadah saya. Alhamdulillah hingga kini beliau masih sehat walafiat di usia 81 tahun,” ujar Norsan yang disambut tepuk tangan para jemaah.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 197, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan perilaku selama menjalankan ibadah haji agar dapat meraih predikat haji mabrur. Ia menyoroti tiga larangan utama saat berihram, yakni rafats, fusuk, dan jidal.

Rafats adalah perkataan yang tidak pantas atau berbau syahwat, fusuk adalah perbuatan maksiat atau pelanggaran terhadap aturan ihram, sedangkan jidal berarti berdebat atau berselisih paham yang dapat memicu pertengkaran.

Selain itu, Gubernur juga menyelipkan candaan ringan terkait kebiasaan sebagian jemaah, khususnya ibu-ibu, yang kerap terlalu fokus berbelanja oleh-oleh.

“Tujuannya haji mabrur, bukan membeli emas berkilo-kilo. Sabar ya, Ibu-Ibu, fokus ibadah dulu,” ujarnya yang disambut tawa para jemaah.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur memimpin para jemaah melantunkan kalimat talbiyah secara bersama-sama, menciptakan suasana haru dan penuh kekhusyukan.

Ia berharap seluruh jemaah asal Kalbar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik, menjaga kebersamaan, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dengan predikat haji mabrur.

“Saya berharap Bapak dan Ibu berangkat dengan niat tulus, melaksanakan ibadah dengan sempurna, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat serta memperoleh haji mabrur,” pungkasnya. (mrd)

Editor : Hanif
#fisik prima #jemaah haji #ria norsan #ibadah #gubernur kalbar