Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Titik Api Masih Ditemukan di Kalbar, Penanganan Karhutla Diperkuat dengan OMC dan Water Bombing

Idil Aqsa Akbary • Selasa, 28 April 2026 | 10:02 WIB
Foto ilustrasi karhutla. (Dok. Pontianak Post)
Foto ilustrasi karhutla. (Dok. Pontianak Post)

PONTIANAK POST - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar masih terus berlangsung. Sejumlah wilayah bahkan masih berstatus siaga darurat hingga akhir tahun 2026.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel, mengatakan pemerintah provinsi telah menetapkan status siaga darurat penanganan bencana asap akibat karhutla sejak 2 Februari hingga 15 November 2026.

“Status siaga darurat ini dapat diperpanjang sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan,” ujarnya dalam laporan per, Senin (27/4).

Selain itu, beberapa kabupaten/kota juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Di antaranya Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sambas, Mempawah, Sanggau, Kayong Utara, dan Melawi dengan masa berlaku yang bervariasi. Bahkan, Kabupaten Sambas memperpanjang status siaga darurat selama dua bulan, terhitung sejak 20 April hingga 20 Juni 2026.

Baca Juga: Ojol dan Komunitas Motor di Pontianak Deklarasi Komitmen Tertib Lalu Lintas dan Keselamatan Bersama

Menurut Daniel, di lapangan karhutla masih terjadi di sejumlah titik di beberapa daerah. Seperti salah satunya di Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas.

Berdasarkan laporan, luas lahan yang terbakar di sana mencapai sekitar 15 hektare pada hari pertama, kemudian meluas di hari-hari berikutnya dengan total luasan yang bervariasi.

“Vegetasi yang terbakar meliputi sawit, pakis, karet, dan semak belukar dengan kondisi sebagian area masih menyisakan asap tebal,” terangnya.

Untuk itu, upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Manggala Agni, masyarakat setempat, dan unsur perusahaan. Sejumlah titik api pun berhasil dipadamkan, meski masih terdapat area yang terbakar.

Selain di Sambas, kejadian karhutla juga terpantau terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu, tepatnya di Desa Jongkong Kiri Hulu, Kecamatan Jongkong. Luas lahan terbakar di wilayah tersebut mencapai sekitar satu hektare, dan diduga berkaitan dengan aktivitas berladang. “Namun, api berhasil dipadamkan, dan situasi dinyatakan aman,” katanya.

Baca Juga: Sekda Kalbar Ingatkan ASN Teliti Kelola Pengadaan Barang dan Jasa untuk Hindari Masalah Hukum

Dalam upaya penanganan, dijelaskan Daniel, BPBD Kalbar melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), patroli udara, serta water bombing untuk mempercepat pemadaman, dan mencegah meluasnya kebakaran. 

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api. “Partisipasi masyarakat sangat penting untuk mencegah meluasnya karhutla,” tegasnya.

BPBD Kalbar mencatat akumulasi luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut telah mencapai 435,57 hektare hingga April 2026. Lonjakan titik panas (hotspot) sempat menyentuh angka 340 titik dalam sehari seiring masuknya musim kemarau yang lebih kering dibanding tahun lalu.

Kabupaten Kubu Raya menjadi wilayah dengan frekuensi kebakaran tertinggi, terutama di kawasan lahan gambut. Kondisi ini sempat memicu kabut asap tipis yang menyelimuti wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah pada pertengahan April.

Puncak deteksi hotspot terjadi pada medio April dengan 340 titik. Namun, per Senin (27/4), jumlahnya menurun signifikan menjadi 13 titik panas berkat hujan intensitas sedang di beberapa kabupaten.

Baca Juga: Solidaritas dari Xing Fu untuk Sesama Hangat: Komunitas Mengetuk Pintu Para Lansia

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, total luas karhutla secara nasional pada kuartal pertama 2026 telah menembus 52.000 hektare, di mana Kalimantan Barat dan Riau menjadi dua provinsi dengan sebaran titik api paling dominan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah bersama Manggala Agni kini memperketat patroli di wilayah rawan seperti Ketapang dan Kayong Utara yang masuk dalam kategori bahaya tinggi pada peta InaRISK.(bar)

Editor : Hanif
#water bombing #kalbar #Siaga Darurat #bpbd #karhutla