Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Alih Fungsi Lahan Picu Penurunan Produksi Padi, Jagung Jadi Komoditas Unggulan Baru Kalbar

Novantar Ramses Negara • Selasa, 28 April 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi Jagung dan Beras
Ilustrasi Jagung dan Beras

PONTIANAK POST - Produksi dua komoditas utama pangan di Kalimantan Barat, yakni padi dan jagung, menunjukkan tren yang berbeda pada awal 2026. Padi mengalami penurunan, sementara jagung justru mencatat peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Herti Herawati, menyebut padi dan jagung merupakan dua komoditas utama pangan yang terus dipantau perkembangannya. “Jagung ini memang terlihat trennya naik terus dalam tiga tahun terakhir, sehingga menjadi salah satu komoditas yang cukup berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, untuk komoditas beras, ia mengakui terdapat kecenderungan penurunan, terutama terlihat sejak 2024. Salah satu indikasi yang menguat adalah alih fungsi lahan sawah ke perkebunan.

“Untuk beras memang ada penurunan, terutama sejak 2024. Indikasinya alih fungsi lahan sawah ke sawit cukup kuat, karena menanam sawit dinilai lebih menguntungkan,” kata Herti.

Ia menambahkan, jika ke depan terjadi peningkatan produksi, hal tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh bertambahnya indeks pertanaman. “Kalau meningkat lagi, kemungkinan karena indeks pertanaman bertambah, dari yang tadinya tanam satu kali menjadi dua kali dalam setahun,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan juga bisa didorong oleh produktivitas lahan. “Atau produktivitas per hektare yang meningkat,” tambahnya.

Secara umum, awal 2026 memperlihatkan perbedaan pola antara dua komoditas tersebut. Produksi padi cenderung melemah setelah Januari, sementara jagung menunjukkan akselerasi meskipun sempat berfluktuasi di beberapa bulan.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, produksi padi Januari–April 2026 tercatat 370.774 ton gabah kering giling (GKG), turun sekitar 21.437 ton atau 5,4 persen dibanding Januari–April 2025 yang sebesar 392.211 ton.

Secara bulanan, produksi padi sempat meningkat pada Januari 2026 menjadi 83.596 ton, naik 9.623 ton dibanding Januari 2025. Namun setelah itu tren berbalik menurun. Februari tercatat 106.996 ton atau turun 20.777 ton, Maret 131.107 ton turun 18.964 ton, dan April menjadi penurunan terdalam dengan 49.076 ton atau turun 30.319 ton dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan pada Februari hingga April menjadi faktor utama tertekannya produksi padi di awal tahun ini.

Di sisi lain, produksi jagung menunjukkan tren sebaliknya. Hingga Mei 2026, produksi jagung tercatat 64.294 ton pipilan kering (PK), meningkat 13.817,8 ton atau sekitar 27,3 persen dibanding Januari–Mei 2025 yang sebesar 50.476,2 ton.

Kenaikan produksi jagung terutama ditopang oleh lonjakan pada Januari 2026 yang mencapai 21.773 ton, naik 10.300,8 ton dibanding Januari 2025. Peningkatan juga terjadi pada Maret sebesar 11.447 ton atau naik 4.174,8 ton, serta Mei yang mencapai 13.399 ton atau naik 496,7 ton dibanding tahun sebelumnya.

Meski demikian, terdapat sedikit penurunan pada Februari dan April. Februari 2026 tercatat 11.302 ton atau turun 593,8 ton dibanding Februari 2025, sedangkan April sebesar 6.373 ton atau turun 561,7 ton dibanding tahun sebelumnya. (mse)

 

Produksi Pertanian

Padi (Ton GKG)

Tahun 2025 (Januari–Desember)

*Januari : 73.973

*Februari : 127.772

*Maret : 150.071

*April : 79.395

*Mei : 27.449

*Juni : 28.913

*Juli : 40.141

*Agustus : 56.776

*September : 66.109

*Oktober : 57.704

*November : 21.923

*Desember : 27.602

*Total : 757.829

 

Tahun 2026 (Januari–April)

*Januari : 83.596

*Februari : 106.996

*Maret : 131.107

*April : 49.076

*Total : 370.774

 

 

 

Jagung (Ton Pipilan Kering)

Tahun 2025 (Januari–Desember)

*Januari : 11.472,2

*Februari : 11.895,8

*Maret : 7.272,2

*April : 6.934,7

*Mei : 12.902,3

*Juni : 21.607,2

*Juli : 20.821,7

*Agustus : 20.128,0

*September : 24.653,2

*Oktober : 15.632,6

*November : 16.110,7

*Desember : 12.411,4

*Total : 181.842,0

 

Tahun 2026 (Januari–Mei)

*Januari : 21.773,0

*Februari : 11.302,0

*Maret : 11.447,0

*April : 6.373,0

*Mei : 13.399,0

*Total : 64.294,0

 

Sumber: Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat

Editor : Hanif
#dinas tanaman pangan #produksi padi #kalbar #jagung