Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sugioto Luncurkan Buku "Kita Belum Dewasa", Soroti Ketidakdewasaan dalam Kehidupan Sosial dan Dunia Usaha

Aristono Edi Kiswantoro • Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:59 WIB
Peluncuran buku "Kita Belum Dewasa" oleh Sugioto.
Peluncuran buku "Kita Belum Dewasa" oleh Sugioto.

 

 

PONTIANAK POST - Tokoh Tionghoa Kalimantan Barat, sekaligus pengusaha, penulis dan pegiat budaya, Sugioto atau yang akrab disapa Rico, meluncurkan buku terbarunya berjudul Kita Belum Dewasa dalam sebuah acara peluncuran dan bedah buku di Pontianak, Sabtu (2/5) malam.

Acara peluncuran dan bedah buku tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB di Majesty Poolside, Lantai 1 Aston Pontianak Hotel & Convention Center.

Dalam kesempatan itu, Sugioto menjelaskan bahwa buku Kita Belum Dewasa lahir dari refleksi panjang atas pengalamannya di berbagai bidang, mulai dari dunia usaha, pendidikan, hingga organisasi sosial dan yayasan.

Ia menilai, kedewasaan tidak selalu berbanding lurus dengan usia seseorang.

“Saya melihat ada senior-senior kita yang usianya sudah cukup, tetapi ternyata masih belum dewasa. Padahal orang dewasa seharusnya menyikapi sesuatu dengan bijaksana,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena tersebut tampak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hubungan sosial dan praktik dunia usaha yang kerap diwarnai konflik serta keputusan yang tidak rasional.

Dalam dunia bisnis, Sugioto menyoroti praktik usaha yang tidak berorientasi pada keuntungan sebagai salah satu bentuk ketidakdewasaan.

“Masih ada yang berbisnis tanpa orientasi keuntungan. Padahal kalau kita berbisnis, tentu harus ada untung, bukan buntung,” tegasnya.

Ia menambahkan, keuntungan dalam bisnis memiliki dampak luas, mulai dari kemampuan membayar pajak, meningkatkan kesejahteraan karyawan, hingga memperluas usaha.

Melalui buku ini, Sugioto ingin menyampaikan gagasannya kepada masyarakat luas agar lebih reflektif dalam menjalani kehidupan.

“Kalau hanya disampaikan secara lisan, mungkin terbatas. Tapi melalui buku, lebih banyak orang bisa memahami dan mempelajarinya,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa pesan utama dalam buku tersebut adalah pilihan antara menjadi dewasa atau sekadar bertambah usia.

“Yang terpenting, kita harus memilih: mau dewasa atau hanya tua. Kedewasaan itu ditunjukkan dari kemampuan mengambil keputusan dengan bijaksana,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan para pelaku usaha agar tidak terjebak pada keinginan meraih kesuksesan secara instan.

“Semua orang ingin cepat sukses, tapi semuanya butuh proses. Tidak ada kesuksesan yang instan,” tambahnya.

Sugioto atau Rico dikenal sebagai penulis dan pegiat literasi yang aktif di Pontianak. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, organisasi, serta dunia usaha.

Peluncuran buku Kita Belum Dewasa diharapkan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk tidak hanya bertambah usia, tetapi juga tumbuh dalam kedewasaan berpikir dan bertindak di berbagai aspek kehidupan. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#kita belum dewasa #Sugioto #buku #rico #pontianak