PONTIANAK POST — Sebanyak 205 jemaah calon haji (JCH) dari berbagai daerah di Kalimantan Barat mulai menapaki perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Mereka akan meninggalkan Asrama Haji sebagai tempat transit Pontianak, Senin (4/5) untuk menuju embarkasi haji di Batam, Kepulauan Riau.
Mereka adalah bagian dari Kelompok Terbang (Kloter) 14—rombongan pertama asal Kalbar yang akan diberangkatkan tahun ini.
Rinciannya, 157 jemaah dari Singkawang, 3 dari Landak, 10 dari Bengkayang, 19 dari Sambas, dan 16 dari Sanggau.
Sementara itu, 231 jemaah lainnya berasal dari Kota Pontianak dan tidak menginap di asrama transit.
Total keseluruhan kloter ini mencapai 440 orang, termasuk petugas haji dan pembimbing dari KBIHU serta PHD.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalbar, Kamaludin, menyebut kloter 14 menjadi penanda dimulainya fase pemberangkatan jemaah haji Kalbar tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
“Ini kloter pertama. Jemaah dari Pontianak langsung bergabung tanpa menginap di asrama transit. Totalnya 440 orang,” ujarnya.
Sebelum diberangkatkan, para jemaah mengikuti prosesi pelepasan di Pendopo Gubernur Kalbar yang dimajukan menjadi pukul 10.30 WIB. Namun, hanya jemaah asal Pontianak yang mengikuti kegiatan tersebut.
Selanjutnya, jemaah dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi Batam pada 5 Mei 2026 pukul 21.00 WIB. Mereka akan terbang menuju Madinah pada 6 Mei 2026 pukul 21.05 WIB dan diperkirakan tiba pada 7 Mei 2026 pukul 02.30 waktu Arab Saudi (WAS).
Kamaludin menegaskan, kesiapan fisik menjadi kunci utama menjelang keberangkatan.
Ia mengimbau jemaah untuk tidak menggelar aktivitas berlebihan, termasuk acara seremonial di rumah yang dapat menguras tenaga.
“Proses keberangkatan membutuhkan kondisi fisik yang prima. Di asrama ada tahapan pemeriksaan kesehatan, dokumen, hingga barang bawaan sebelum diberangkatkan ke embarkasi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa rangkaian pemeriksaan akan terus berlanjut di embarkasi Batam, sehingga jemaah perlu menjaga stamina dan disiplin mengikuti seluruh prosedur.
Selain itu, Kamaludin meminta keluarga jemaah untuk mematuhi aturan selama proses pemberangkatan. Salah satunya, pembatasan kendaraan yang masuk ke area asrama haji.
“Hanya kendaraan yang membawa jemaah yang boleh masuk. Setelah menurunkan, harus segera keluar. Kami juga berharap keluarga tidak menjenguk jemaah di asrama karena seluruh pelayanan sudah menjadi tanggung jawab panitia,” tegasnya.
Secara keseluruhan, jemaah haji Kalbar tahun ini diberangkatkan dalam lima kloter melalui Embarkasi Batam, yakni Kloter 14 hingga Kloter 18. Selain kloter pertama yang menuju Madinah, kloter berikutnya dijadwalkan langsung terbang ke Jeddah.
Kloter 15 yang berisi 441 jemaah—didominasi asal Pontianak dan Kubu Raya—akan masuk asrama pada 6 Mei 2026 dan berangkat ke Jeddah keesokan harinya. Disusul Kloter 16 dan 17 dengan jumlah masing-masing 441 dan 440 jemaah yang mayoritas berasal dari Pontianak.
Sementara itu, Kloter 18 menjadi rombongan dengan jumlah paling sedikit, yakni 82 jemaah yang berasal dari berbagai kabupaten seperti Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Melawi, Mempawah, Sekadau, dan Sintang. (mrd)
JADWAL KEBERANGKATAN
4 Mei 2026 → Transit Asrama Haji Pontianak
5 Mei 2026 → Masuk Asrama Haji Batam
6–9 Mei 2026 → Penerbangan ke Madinah/Jeddah
Tiba di Arab Saudi → 7–9 Mei
TOTAL JEMAAH
1.844 orang (akumulasi kloter 14–18)
Jumlah Kloter: 5 kelompok (BTH 14–18)
Kloter 14 → 440 orang (ke Madinah)
Kloter 15 → 441 orang
Kloter 16 → 441 orang
Kloter 17 → 440 orang
Kloter 18 → 82 orang
ASAL DAERAH TERBANYAK
Pontianak → 1.500 orang
Singkawang → 157 orang
Sintang → 32 orang
Sambas → 19 orang
Sanggau → 16 orang
*) Sumber Kanwil Kemehaj Kalbar
Editor : Aristono Edi Kiswantoro