Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

UMKM dan Pariwisata Kalbar Didorong Naik Kelas, BI Targetkan Transaksi Miliaran Rupiah

Novantar Ramses Negara • Selasa, 5 Mei 2026 | 11:18 WIB
Kepala BI Kalbar Doni Septadijaya.
Kepala BI Kalbar Doni Septadijaya.

PONTIANAK POST – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menegaskan Saprahan Khatulistiwa 2026 menjadi instrumen strategis untuk mendorong transformasi UMKM dan pariwisata agar lebih terintegrasi, inklusif, dan berdaya saing global.

Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi global dan domestik, stabilitas ekonomi Kalimantan Barat yang tetap terjaga menjadi modal penting dalam memperkuat sektor riil, khususnya UMKM.

Ia menjelaskan, Bank Indonesia terus mengambil peran sebagai katalisator pembangunan ekonomi daerah melalui berbagai program strategis yang berfokus pada penguatan UMKM agar naik kelas.

“Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan klaster berbasis Good Agriculture Practice, inkubasi bisnis, onboarding digitalisasi, hingga fasilitasi business matching pembiayaan dan penjualan,” ujarnya di Pontianak, kemarin.

Baca Juga: Saprahan Khatulistiwa 2026 Dorong UMKM dan Pariwisata Kalbar Naik Kelas dan Berdaya Saing

Doni menyebut, Saprahan Khatulistiwa yang memasuki tahun keenam dan kembali berkolaborasi dengan Kalbar Food Festival menjadi wujud konkret penguatan ekosistem UMKM dan pariwisata di Kalimantan Barat.

Mengusung tema “Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata untuk Kalimantan Barat yang Berdaya Saing”, kegiatan ini diarahkan pada tiga tujuan utama, yakni penguatan kelembagaan UMKM, sinergi dengan sektor pariwisata, serta perluasan keuangan inklusif berbasis digital.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 pihaknya menargetkan realisasi business matching pembiayaan sebesar Rp2,65 miliar dan penjualan Rp2,10 miliar. Selain itu, sebanyak 30 UMKM ditargetkan mengikuti program inkubasi bisnis berorientasi ekspor dengan total kunjungan mencapai 21.400 orang.

Untuk mencapai target tersebut, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak tahap pra-acara melalui berbagai agenda, seperti temu UMKM, pelatihan dan sertifikasi desa wisata, program Inkubator Bisnis Bank Indonesia (INKUBBI), hingga pengembangan produk tenun Sintang menjadi ready-to-wear.

Puncak kegiatan Saprahan Khatulistiwa 2026 digelar pada 4–6 Mei 2026 di Ayani Megamall Pontianak, menghadirkan beragam agenda seperti temu bisnis UMKM, edukasi transaksi digital QRIS, bincang wastra, hingga fashion show. Sementara itu, expo UMKM dengan lebih dari 60 stan akan berlangsung hingga 10 Mei 2026.

Baca Juga: 12.000 Lontong di Kalbar Food Festival ke-7: Pecahkan Rekor Dunia, Juga Diramaikan Stephanie Meyerson

Doni menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga sebagai ruang penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat, kami optimistis UMKM Kalimantan Barat dapat tumbuh lebih inklusif, terdigitalisasi, dan berdaya saing tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, Saprahan Khatulistiwa diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi momentum strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Pada akhirnya, tujuan besarnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM yang kuat dan pariwisata yang berkembang,” pungkasnya. (mse)

Editor : Hanif
#naik kelas #pariwisata #UMKM #saprahan #BI kalbar