PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Satuan Kapal Patroli Koarmada XII, Selasa (5/5).
Ia menegaskan distribusi Rupiah ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi bukti kehadiran negara sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Rupiah adalah simbol kedaulatan bangsa dan harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah perbatasan dan terpencil,” ujarnya.
Krisantus menyebut Kalbar masih memiliki banyak wilayah pesisir dan perbatasan darat dengan akses keuangan terbatas.
Baca Juga: Tips Menabung Haji untuk Anak Muda dengan Penghasilan Terbatas
Pemerintah provinsi, lanjutnya, mendukung penuh agar distribusi uang layak edar menjangkau hingga garis batas negara.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, mengatakan ekspedisi menyasar lima pulau di Kalbar. Pulau tersebut meliputi Karimata, Maya, Cempedak, Pelapis, dan Padang Tikar.
“Distribusi melibatkan Bank Indonesia, perbankan, serta pengamanan TNI Angkatan Laut,” ujarnya.
Ia menyebut nilai uang yang dibawa mencapai Rp15,6 miliar atau naik sekitar 16 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan itu mencerminkan meningkatnya kebutuhan transaksi masyarakat di wilayah terpencil.
Kehadiran Rupiah di pulau terluar diharapkan memperkuat ekonomi lokal sekaligus membuka akses layanan keuangan yang lebih merata.
Kolaborasi Bank Indonesia dan TNI AL juga memastikan distribusi berlangsung aman di jalur perairan. (mse)
Editor : Hanif