PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak para pelaku usaha dan investor untuk turut berperan aktif dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Ajakan tersebut disampaikan usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026 yang dipusatkan di Sumatera Selatan dan diikuti secara virtual dari Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (6/5).
Menurut Krisantus, hingga saat ini kondisi karhutla di Kalimantan Barat masih relatif terkendali, meskipun sempat terjadi peningkatan pada periode Januari hingga April.
“Puji syukur, sampai hari ini karhutla di Kalimantan Barat masih bisa kita kendalikan. Memang ada peningkatan di awal tahun, namun ini hampir terjadi setiap tahun karena karakteristik lahan,” ujarnya.
Baca Juga: Kayong Utara Masuk Wilayah Rawan Karhutla, Wabup Minta Sinergi dan Kesiapsiagaan Ditingkatkan
Ia menjelaskan, keberadaan lahan gambut di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Kubu Raya dan sebagian Kabupaten Mempawah menjadi faktor utama tingginya potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau.
“Lahan gambut ini sangat rentan. Bahkan tanpa pembakaran, gesekan tumbuhan kering saja bisa memicu api,” jelasnya.
Krisantus menambahkan, kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim hujan turut membantu proses pengendalian karhutla. Meski demikian, seluruh pihak diminta tetap waspada.
“BPBD, TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terus berkoordinasi secara berkelanjutan untuk memastikan pengendalian berjalan optimal,” tegasnya.
Baca Juga: Cegah Karhutla dari Desa: 80 Relawan di Kabupaten Ketapang Digembleng, Peralatan Dikerahkan
Ia juga menyoroti wilayah Kabupaten Ketapang yang memiliki luasan besar dan potensi karhutla cukup tinggi. Menurutnya, keterlibatan investor menjadi penting, terutama di wilayah dengan aktivitas usaha yang intensif.
“Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan para pelaku usaha atau investor agar turut bertanggung jawab dalam pengendalian karhutla,” pungkasnya. (mse)
Editor : Miftahul Khair