PONTIANAK POST - Keberangkatan jemaah Kloter 14 penerbangan ketiga berjalan lancar meski mengalami penyesuaian jadwal keberangkatan yang semula berangkat melalui Bandara Supadio pada Rabu (6/5/2026) pukul 03.00 WIB menjadi pukul 05.05 WIB.
Penyesuaian dilakukan karena maskapai melakukan pemeriksaan teknis terhadap pesawat demi memastikan keamanan penerbangan, sehingga menunggu kesiapan pesawat pengganti. Jemaah dalam kloter ini berasal dari Kota Pontianak sebanyak 128 orang, 1 orang dari KBIHU, serta 2 orang PHD, dengan total 131 jemaah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalbar, Kamaludin membenarkan adanya keterlambatan keberangkatan dikarenakan pesawat mengalami masalah teknis. Jemaah menunggu di dalam bus hingga pesawat pengganti yang akan mengantarkan jemaah ke Bandara Hang Nadim, Batam tiba.
"Iya kendala teknis, jemaah menunggu di bus dengan pesawat pengganti," ujar Kamaludin kepada Pontianak Post, kemarin.
Baca Juga: Ketua DPRD Pontianak Desak Penataan Tiang Listrik Demi Kelancaran Arus Kendaraan
Saat ini, jemaah telah berada di Asrama Haji Embarkasi Batam, dan mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum diberangkatan ke Jeddah.
Proses keberangkatan jemaah haji Kalbar masih akan berlangsung hingga 10 Mei 2026. Kamaludin mengimbau seluruh jemaah agar tetap tenang, menjaga kesehatan, dan mengikuti arahan petugas selama proses keberangkatan.
"Keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama dalam seluruh tahapan perjalanan ibadah haji," ujarnya.
Jemaah haji Kalbar juga diminta patuhi aturan barang bawaan. Aturan ini dibuat agar perjalanan ibadah berjalan lancar, aman, dan nyaman. Jemaah hanya diperbolehkan membawa 4 jenis tas resmi yakni koper bagasi untuk perlengkapan utama, koper kabin untuk kebutuhan cepat selama penerbangan, tas selempang khusus dokumen dan barang penting, kemudian tas armuzna untuk aktivitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Kanwil Kemenhaj Kalbar menegaskan seluruh barang bawaan harus sesuai ketentuan dan tidak melebihi batas yang ditetapkan maskapai. Demi keselamatan penerbangan, jemaah dilarang membawa sejumlah barang ke dalam kabin.
Baca Juga: Cafe Remang-remang Menjamur di Kapuas Hulu, Diduga Dibekingi Aparat
Daftarnya meliputi benda tajam dan berbahaya, cairan melebihi batas ketentuan penerbangan, gas/aerosol bertekanan, bahan mudah terbakar, power bank di atas 100 Wh dan senjata atau benda menyerupai senjata.
Jemaah disarankan mengatur isi tas dengan bijak. Tas selempang diisi dokumen, uang, dan obat pribadi. Koper kabin untuk baju ganti, alat sholat, dan obat-obatan darurat. Koper bagasi khusus perlengkapan utama seperti pakaian harian, mukena, dan perlengkapan mandi.
Kemas dengan rapi dan kelompokkan barang sesuai kebutuhan. Utamakan perlengkapan ibadah dan kesehatan. Beri identitas jelas pada setiap tas: nama, kloter, dan nomor kontak.
"Persiapan yang baik adalah bagian dari ikhtiar menuju ibadah yang nyaman dan khusyuk,” ajak Kamaludin. (mrd)
Editor : Hanif