PONTIANAK POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem menyusul terbentuknya siklon tropis di Samudra Pasifik utara Papua Nugini yang turut memengaruhi kondisi atmosfer di wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat.
Prakirawan BMKG, Ranika Dwi Asti, menjelaskan bibit siklon 93W kini telah meningkat status menjadi siklon tropis dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dan tekanan udara minimum 1.000 hektopascal (hPa).
“Arah gerak siklon terpantau menuju ke barat dalam 24 jam ke depan, yang membentuk daerah konvergensi di Samudra Pasifik. Kondisi ini secara tidak langsung meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya dalam siaran BMKG, Kamis (7/5).
BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Laut Natuna dan Laut Filipina yang memanjang dari wilayah Kalimantan Barat.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang dapat memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Pontianak menjadi salah satu kota besar yang diprakirakan mengalami hujan disertai petir dalam beberapa waktu ke depan.
Selain Kalbar, cuaca serupa diprediksi terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Tanjung Pinang, Jambi, Bandar Lampung, Banjarmasin, dan Tanjung Selor.
BMKG meminta masyarakat mewaspadai dampak lanjutan dari peningkatan aktivitas atmosfer tersebut, terutama potensi banjir, genangan, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi sungai dan laut.
Kombinasi siklon tropis, sirkulasi siklonik, dan daerah konvergensi di berbagai wilayah Indonesia dinilai meningkatkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Perlu kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat,” kata Ranika.
Kapuas Hulu dan Sintang Berstatus Siaga
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Kalbar memang cenderung tidak menentu, dengan hujan deras terjadi pada siang hingga malam hari yang disertai petir dan angin kencang.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat dalam tiga hari ke depan.
Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi merata dan berpeluang disertai petir pada sejumlah daerah.
Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya aktivitas atmosfer akibat pengaruh siklon tropis di Samudra Pasifik utara Papua Nugini serta sirkulasi siklonik di sekitar Laut Natuna yang memanjang hingga Kalbar.
Berdasarkan peringatan dini BMKG Kalbar, status “waspada” hujan sedang hingga lebat berlaku di sebagian besar kabupaten/kota pada Jumat (8/5).
Wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Bengkayang, Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, Singkawang, Kubu Raya, Landak, Mempawah, Sambas, Sanggau, Melawi, dan Sekadau.
Sementara itu, Kabupaten Kapuas Hulu dan Sintang mendapat status “siaga” karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Pada Sabtu (9/5), potensi hujan masih berlanjut di Kapuas Hulu, Ketapang, Landak, Melawi, Sekadau, dan Sintang.
BMKG juga menyebut tidak ada potensi angin kencang signifikan dalam periode tersebut. Namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap dampak hujan intensitas tinggi.
Pontianak Berpotensi Diguyur Hujan Petir
Dalam prakiraan cuaca harian BMKG, Kota Pontianak diprediksi mengalami hujan sedang hingga hujan petir terutama pada siang hingga malam hari.
Cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, hingga Singkawang. Beberapa wilayah diprakirakan mengalami hujan hampir sepanjang hari dengan kelembapan udara mencapai 100 persen.
BMKG mengingatkan kondisi tersebut dapat memicu banjir, genangan, longsor di daerah rawan, hingga terganggunya aktivitas transportasi sungai dan penyeberangan.
BMKG meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dan tidak mengabaikan potensi perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara cepat, terutama pada sore hingga malam hari.
Warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir diimbau meningkatkan kewaspadaan, termasuk mengantisipasi kemungkinan naiknya debit air apabila hujan turun dalam durasi panjang.
Selain itu, nelayan dan pengguna transportasi air diminta berhati-hati terhadap potensi cuaca buruk di perairan Kalbar. (ars)