Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sekda Kalbar Harisson Ingatkan Jemaah Haji Singkawang Pentingnya Menjaga Kesehatan di Tanah Suci

Novantar Ramses Negara • Jumat, 8 Mei 2026 | 10:50 WIB
 Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menyampaikan sambutan dalam agenda pelepasan calon jemaah haji.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menyampaikan sambutan dalam agenda pelepasan calon jemaah haji.

PONTIANAK POST – Sebanyak 157 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Singkawang yang tergabung dalam Kloter 14 dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, untuk memulai perjalanan menuju Tanah Suci di Asrama Haji Pontianak, Selasa (5/5/2026).

Para calon jemaah dijadwalkan bertolak melalui Bandara Internasional Supadio menuju Embarkasi Batam sebelum melanjutkan penerbangan ke Jeddah. Momentum tersebut menjadi perjalanan spiritual yang telah lama dinantikan para calon tamu Allah.

Dalam prosesi pelepasan, Harisson tampak turun langsung membantu para calon jemaah, bahkan mendampingi satu per satu jemaah saat menaiki bus. Ia juga memastikan kesiapan layanan, termasuk dukungan medis bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Dalam keterangannya, Harisson menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi kunci utama dalam menyempurnakan rukun Islam kelima tersebut.

Baca Juga: Menata Kuota Haji: Dari Logika Pasar Menuju Integritas Ibadah

“Ini merupakan penerbangan Kloter 14 dari Kalimantan Barat. Jemaah kita akan bergabung dan berangkat dari Batam menuju Jeddah. Saya berpesan, yang paling utama adalah menjaga kesehatan. Jangan sampai saat menjalankan rukun dan wajib haji, justru kondisi kita tidak fit,” pesannya.

Ia juga menyebut pelayanan haji tahun ini dirancang lebih ramah bagi kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

“Pelayanan kita tahun ini juga memberi perhatian pada jemaah kelompok rentan, terutama ramah terhadap lansia, disabilitas, dan perempuan. Dalam kloter ini ada jemaah yang menggunakan kursi roda, maka saya minta seluruh jemaah saling peduli dan membantu,” katanya.

Selanjutnya, Harisson menjelaskan sistem pengelompokan jemaah yang diharapkan dapat memperkuat kebersamaan serta saling menjaga selama berada di Tanah Suci.

“Setiap 10 orang ada ketua regu dan setiap 45 orang ada ketua rombongan. Saya berharap ketua regu dan ketua rombongan benar-benar dapat menjalankan perannya, memastikan semua anggota dalam kondisi baik, saling menjaga, terutama bagi jemaah yang membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.

Baca Juga: Menata Kuota Haji: Dari Logika Pasar Menuju Integritas Ibadah

Ia juga mengajak seluruh jemaah menjaga kekompakan serta membawa nama baik Kalimantan Barat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Bapak dan Ibu bukan hanya berangkat sebagai individu, tetapi juga membawa nama Kalimantan Barat. Tunjukkan sikap saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu calon jemaah haji asal Kota Singkawang, Syauqi Irfan, menyampaikan rasa syukur dan harapannya menjelang keberangkatan. Ia mengaku telah menunggu lebih dari satu dekade untuk dapat menunaikan ibadah haji.

“Saya mendaftar sejak tahun 2013, artinya sudah sekitar 13 tahun menunggu. Ini adalah kesempatan yang sangat kami syukuri,” ungkapnya.

Ia berharap perjalanan ibadah bersama rombongan diberikan kelancaran dan keberkahan.

Baca Juga: Mendengarkan Musik Bareng Teman Ternyata Bikin Otak dan Emosi "Satu Frekuensi"

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Singkawang dan Kalbar. Mudah-mudahan kami dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna, diberi kesehatan, dan kembali ke tanah air dengan selamat,” ujarnya.

Dengan penuh harap, Syauqi juga mengungkapkan keinginan terbesar para jemaah.

“Harapan kami sederhana, semoga kami bisa menjadi haji yang mabrur. Itu yang kami cita-citakan sejak lama,” tutupnya.

Pelepasan tersebut menjadi momen penuh makna, bukan hanya bagi para jemaah, tetapi juga keluarga yang mengantar dengan doa dan harapan. Perjalanan menuju Tanah Suci menjadi simbol pengabdian dan ketulusan, yang diiringi harapan agar seluruh jemaah dapat kembali sebagai pribadi yang lebih baik serta membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan masyarakat. (mse/r)

Editor : Hanif
#jemaah haji #harisson #Sekda Kalbar #singkawang #kesehatan