Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BPS Kalbar Catat Sektor Pertanian Masih Dominan Serap Tenaga Kerja Tahun 2026

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 9 Mei 2026 | 12:32 WIB
Muh. Saichudin
Muh. Saichudin

PONTIANAK POST – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kalbar pada Februari 2026 mencapai 4,57 persen atau naik 0,34 persen poin dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 4,23 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat, Muh Saichudin mengatakan, jumlah angkatan kerja di Kalbar pada Februari 2026 mencapai 3,04 juta orang atau bertambah 131,64 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penduduk yang bekerja sebanyak 2,91 juta orang atau naik 115,84 ribu orang dibanding Februari 2025,” ujar Saichudin dalam Berita Resmi Statistik Keadaan Ketenagakerjaan Kalimantan Barat Februari 2026 di Pontianak, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Kalbar. Jumlah pekerja di sektor tersebut mencapai 1,33 juta orang atau sekitar 45,70 persen dari total penduduk bekerja.

Baca Juga: Juta BPS Catat Ekspor Kalbar Menguat pada Maret 2026 Sementara Nilai Impor Turun Tajam

Selain sektor pertanian, lapangan usaha yang juga menyerap tenaga kerja cukup besar yakni perdagangan besar dan eceran sebesar 12,45 persen serta industri sebesar 6,68 persen.

Saichudin juga menyebut jika BPS mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Kalbar pada Februari 2026 sebesar 69,65 persen atau naik 2,01 persen poin dibandingkan Februari 2025. TPAK laki-laki tercatat sebesar 84,60 persen, sedangkan perempuan sebesar 53,89 persen.

Di sisi lain, pekerja sektor informal masih mendominasi pasar kerja di Kalbar. Pada Februari 2026, sebanyak 1,70 juta orang atau 58,51 persen penduduk bekerja berada pada kegiatan informal. Sementara pekerja formal tercatat sebanyak 41,49 persen.

“Penduduk bekerja masih didominasi oleh tamatan SD ke bawah, yaitu sebesar 41,65 persen,” kata Muh Saichudin.

Menurut Saichudin, berdasarkan wilayah tempat tinggal, tingkat pengangguran di daerah perkotaan tercatat sebesar 5,86 persen, lebih tinggi dibandingkan daerah perdesaan sebesar 3,63 persen. Namun demikian, TPT perkotaan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, sedangkan TPT perdesaan justru mengalami kenaikan.

Baca Juga: Perbaikan Dermaga Bardan-Siantan Belum Jelas, Pemkot Siapkan Alternatif Jembatan

Menurutnya lagi, tingkat pendidikan, pengangguran tertinggi berasal dari lulusan SMK dengan TPT sebesar 5,87 persen. Sementara tingkat pengangguran terendah berasal dari lulusan Diploma I/II/III sebesar 2,79 persen.

BPS juga mencatat pekerja paruh waktu di Kalbar meningkat menjadi 29,46 persen pada Februari 2026 atau naik 2,23 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan tingkat setengah pengangguran turun menjadi 9,07 persen. (mse)

Editor : Hanif
#bps kalbar #TPAK #pengangguran #pertanian #Tenaga Kerja