Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kisah Syarifah Salbiah, Purnawirawan Polri Cetuskan Berbagi, Konsisten Bantu Kaum Rentan dan Warga Sakit  

Idil Aqsa Akbary • Senin, 11 Mei 2026 | 15:45 WIB
 Salbiah bersama relawan menyambangi kediaman Ateng Tanjaya, Ketua Asosiasi Pemadam Kebakaran yang telah sembilan bulan sakit.
Salbiah bersama relawan menyambangi kediaman Ateng Tanjaya, Ketua Asosiasi Pemadam Kebakaran yang telah sembilan bulan sakit.

PONTIANAK POST - Aksi sosial berbagi dengan sesama terus dilakukan Syarifah Salbiah. Purnawirawan Polri yang kini aktif sebagai Ketua Yayasan Berkah Peduli sekaligus Wakil Ketua Bidang Bantuan dan Bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak itu mengaku kegiatan sosial tersebut sudah dijalankannya sejak 2009.

Idil Aksa Akbari, Pontianak

 Kegiatan berbagi yang dilakukan mulai dari pemberian makanan, bahan pokok, bahan bangunan hingga bantuan uang tunai kepada masyarakat yang membutuhkan.  

“Mulai tahun 2009 waktu saya masih menjabat Kapolsek Pontianak Timur. Saat itu ada beberapa terobosan kreatif dan salah satunya program Jumat Berkah Peduli dengan sesama, berbagi dengan sesama,” katanya kepada Pontianak Post, Jumat (8/5).

Menurut Salbiah, kegiatan sosial tersebut awalnya dilakukan dengan menyisihkan sebagian gaji pribadi. Selain itu, dukungan juga datang dari rekan-rekan serta partisipasi sejumlah pengusaha swalayan di Pontianak.

“Dulu dari gaji sendiri, kemudian ada dukungan teman-teman dan juga ada yang punya usaha swalayan ikut membantu,” ujarnya.

Meski telah purna tugas dari kepolisian, kegiatan sosial tersebut tidak berhenti. Ia kemudian merintis Yayasan Berkah Peduli untuk memperluas aksi kemanusiaan kepada masyarakat kurang mampu.

“Setelah purna saya tetap lanjut dan mendirikan Yayasan Berkah Peduli. Dananya juga dari saya bersama teman-teman, termasuk ada bantuan dari rekan yang punya usaha swalayan,” jelas perempuan yang juga aktif di Pramuka Kwarda Kalimantan Barat (Kalbar) itu.

Selain melalui yayasan, aksi sosial juga dilakukan melalui PMI Kota Pontianak. Menurut Salbiah, PMI memiliki dana khusus kegiatan sosial yang bersumber dari Unit Transfusi Darah (UTD).

“Kalau di PMI ada dana khusus kegiatan sosial dari UTD sekitar Rp5 juta per bulan. Ada juga bantuan dari Pontianak Kite melalui Forum Muspida, dan donor yang sifatnya tidak mengikat,” ungkapnya.

Dalam aktivitas sosialnya, Salbiah, dan relawan kerap menemukan gelandangan maupun warga terlantar yang tidur di pinggir jalan. Sebagian di antaranya bahkan pernah ditertibkan oleh Satpol PP maupun Dinas Sosial.

Ia mencontohkan penanganan terhadap seorang anak perempuan hasil penertiban di kawasan lampu merah yang kemudian dititipkan di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) Dinas Sosial Kota Pontianak. Anak tersebut kini telah bersekolah di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

“PMI juga membantu perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, tas dan alat tulisnya,” katanya.

Tidak hanya menyasar warga terlantar, aksi kemanusiaan juga menyentuh masyarakat yang sedang sakit. Pada Jumat (8/5), Salbiah bersama relawan kembali menggelar kegiatan berbagi di kediaman Ateng Tanjaya, Ketua Asosiasi Pemadam Kebakaran yang telah sembilan bulan sakit.

Selain aktif di PMI dan yayasan sosial, Salbiah juga masih aktif di Pramuka Kwarda Kalbar, Andalan Pramuka Nasional, Ketua Komite SMAN 8 Pontianak serta pembina Pramuka di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa.

“Alhamdulillah Tuhan berikan kesehatan masih bisa mengabdi. Selama masih bisa membantu, saya ingin terus berbagi dengan sesama,” tutupnya. (*)

Editor : Chairunnisya
#kegiatan sosial #berbagi