PONTIANAK — Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kalimantan Barat mulai menggelar try out calon peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan berlangsung di Kota Semarang.
Kegiatan yang berlangsung 11-17 Mei 2026 di Sekretariat LPTQ Kalbar itu dibuka secara resmi oleh Ketua Umum LPTQ Kalbar, H. Andi Musa, Selasa (11/5/2026). Try out diikuti calon peserta, dewan hakim, pelatih, serta tim penilai.
Dalam sambutannya, Andi Musa menegaskan bahwa try out tersebut menjadi penentuan akhir bagi seluruh calon peserta untuk bisa tampil mewakili Kalbar di ajang MTQ Nasional.
“Kegiatan ini menentukan nasib apakah bisa menjadi peserta MTQ Nasional atau gagal diberangkatkan,” tegasnya.
Menurut Andi, seluruh peserta harus menunjukkan keseriusan dan kemampuan terbaik selama mengikuti pemusatan pelatihan dan try out.
“Barang siapa yang sungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkan hasilnya,” katanya.
Ia menegaskan, LPTQ Kalbar memberikan kewenangan penuh kepada dewan juri dan tim penilai untuk memberikan penilaian secara objektif dan profesional tanpa dipengaruhi rasa kasihan ataupun faktor subjektivitas lainnya.
“Kami minta peserta benar-benar menunjukkan penampilan terbaik. Yang dikirim nanti adalah peserta terbaik yang benar-benar layak mewakili Kalbar,” ujarnya.
Sebanyak 51 calon peserta mengikuti try out tersebut. Mereka berasal dari hasil seleksi MTQ Kalbar sebelumnya dan akan terus dipantau perkembangan kemampuan serta kedisiplinannya selama pelatihan berlangsung.
Selain penilaian dari dewan hakim, para peserta juga akan mendapatkan evaluasi dari para pelatih. “Peserta harus terus belajar dan giat berlatih. Akan ada penilaian dari pelatih terhadap perkembangan mereka,” katanya.
Meski berharap seluruh peserta bisa lolos menjadi bagian kafilah Kalbar, Andi menegaskan proses seleksi tetap berjalan ketat sesuai standar yang telah ditetapkan LPTQ Kalbar.
“Kita tentu berharap semua bisa masuk sebagai peserta MTQ Nasional. Tapi ada proses yang harus mereka jalani,” ujarnya.
LPTQ Kalbar sendiri menerapkan standar nilai minimal yang wajib dicapai peserta dalam try out. Untuk cabang tilawah minimal nilai 92, qira’at 94, hafalan 95, kaligrafi 93, serta karya tulis Al-Quran dan hadis 90.
Peserta yang gagal mencapai standar tersebut dipastikan tidak akan diberangkatkan ke MTQ Nasional dan dapat digantikan peserta lain yang dinilai lebih siap.
“Ini bukan formalitas. Kita ingin peserta yang dikirim benar-benar siap bertanding dan mampu membawa nama baik Kalbar,” tegas Andi Musa.
Menurutnya, langkah itu juga menjadi bentuk tanggung jawab LPTQ Kalbar kepada Pemerintah Provinsi Kalbar yang telah memberikan dukungan anggaran dalam pembinaan peserta MTQ.
“Kita harus bekerja maksimal dan profesional agar Kalbar bisa berprestasi. Target kita minimal masuk 15 besar nasional, bahkan kalau bisa menembus 10 besar,” pungkasnya.(r)
Editor : Salman Busrah