Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kloter 18 Resmi Tuntaskan Seluruh Pemberangkatan Jemaah Haji Kalbar Tahun 2026

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 12 Mei 2026 | 11:54 WIB
Ilustrasi haji
Ilustrasi haji

PONTIANAK POST - Pemberangkatan jemaah calon haji Kalimantan Barat Kloter 18 dari Embarkasi Batam pada Minggu (10/5/2026)  menandai tuntasnya seluruh rangkaian pemberangkatan Jemaah Haji Kalimantan Barat Tahun 1447 H/2026 M menuju Tanah Suci.

Prosesi pelepasan dilakukan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Barat, Mulyadi.  Menurutnya, keberangkatan Kloter 18 menjadi momentum penting yang mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, petugas haji, dan masyarakat dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Ia  bersyukur atas kelancaran proses pemberangkatan seluruh jemaah haji Kalbar. "Saya apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja penuh dedikasi dan tanggung jawab dalam melayani tamu-tamu Allah," ungkapnya. 

Mulyadi mengingatkan  jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, serta meluruskan niat ibadah agar seluruh rangkaian haji dapat dijalankan dengan khusyuk dan memperoleh predikat haji mabrur. 

Baca Juga: Sejak Kapan Ibadah Haji Disyariatkan? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalbar, Kamaludin mengatakan, dengan diberangkatkannya Kloter 18, maka seluruh jemaah haji asal Kalimantan Barat Tahun 1447 H resmi telah diberangkatkan melalui Embarkasi Batam. 

Momentum ini menjadi wujud ikhtiar bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.

"Seluruh rangkaian pelayanan dilaksanakan dengan penuh kekeluargaan, profesionalitas, serta komitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi tamu-tamu Allah," ungkapnya. 

PPIHD Kalbar bersama seluruh petugas haji terus memperkuat kolaborasi dan komunikasi demi memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan yang aman, nyaman, dan manusiawi. Di tengah padatnya proses pemberangkatan, nilai empati dan kepedulian tetap menjadi prioritas utama.

PPIHD dari Kemenhaj, Suroso, menyampaikan bahwa terdapat tiga orang jemaah yang belum dapat diberangkatkan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Ketiga jemaah tersebut yakni Muhammad Yahya, Sri Hartati, dan Washilah. Selain itu,  satu jemaah tunda berangkat atas nama Muhammad Gozali.

Baca Juga: Jangan Salah. Ini Tata Cara dan Syarat Jamak Takdim Menurut Ulama Fikih

Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi menjaga keselamatan dan kesehatan jemaah, sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam penyelenggaraan ibadah haji yang aman dan tertib. “Kesehatan jemaah tetap menjadi prioritas utama. Semoga para jemaah yang tertunda diberikan kesehatan dan kesempatan terbaik untuk berangkat pada musim haji berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menekankan bahwa pelaksanaan MTQ menjadi momentum memperkuat kecintaan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Hal itu ia sampaikan usai menutup rangkaian MTQ XXXIV Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan, di Kantor Camat Pontianak Selatan, Senin (11/5).

“Alhamdulillah, rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an XXXIV Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan Tahun 2026 telah terlaksana dengan baik, tertib, dan penuh semangat kebersamaan,” ujarnya usai menutup acara.

Bahasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan hakim, peserta, pembina, dan semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan MTQ sehingga berjalan tertib dan lancar.

Ia juga memberikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi pada MTQ tahun ini. Menurutnya, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an.

Kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara, ia meminta agar tetap semangat dan terus belajar.

“Nilai terbesar dari MTQ ini bukan hanya pada gelar juara, melainkan pada usaha memahami, mencintai, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Mengusung tema “MTQ XXXIV sebagai Gerakan Transformasi Menuju Kota Pontianak yang Qur’ani, Cerdas, Berkarakter dan Adaptif”, Bahasan berharap semangat syiar Al-Qur’an terus hidup di lingkungan keluarga, pendidikan, tempat kerja, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pembinaan qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya di Kota Pontianak.

“Semoga dari Kecamatan Pontianak Selatan akan lahir generasi Qur’ani yang mampu mengharumkan nama Kota Pontianak di tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya.(mrd/iza)

Editor : Hanif
#kloter haji #embarkasi batam #Jemaah Haji Kalbar #tanah suci #ibadah haji