Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

DPRD Pontianak Dorong UMKM Lokal dan Batik Corak Insang Makin Dikenal Masyarakat

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 12 Mei 2026 | 12:10 WIB
Satarudin
Satarudin

PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengatakan produk lokal UMKM Pontianak harus terus dikembangkan dan dipromosikan. Untuk menghidupkan iklim usaha ini, perlu dorongan bersama. Jika mampu berjalan hingga tingkat tapak dan sampai ke konsumen, maka perputaran ekonominya pun dapat bergeliat dan berkelanjutan.

“UMKM Pontianak ini tidak kalah dengan daerah lain. Di sini, apa saja bisa dicari. Mulai dari kulineran khas, sampai ke produk ekonomi kreatif. Agar sektor UMKM bisa semakin berkembang dan maju, perlu kesadaran bersama untuk mencintai produk buatan asli Kota Pontianak,” ujar Satarudin, Senin (11/5).   

Menurut Satar sapaan karibnya, di beberapa daerah produk lokalnya begitu terkenal. Merek aini promosinya kencang. Alhasil, ketika mengunjungi daerah tersebut banyak orang luar membeli berbagai produk-produknya. Bukan hanya satu dua jenis produk. Namun banyak. “Di Pontianak harus kita tumbuhkan seperti ini,” katanya.

Dimulai dari kecintaan orang Pontianak dengan produk lokalnya. Seperti batik corak insang kata dia, saat ini Pemkot Pontianak sudah melakukan upaya promosi. Mulai dari penjualannya di Gedung UMKM Center dengan memanfaatkan momentum ketika tamu dari luar ke Pontianak.

Baca Juga: Esie Terpilih Sebagai Anggota UNESCO di Berlin, Hanstein Bersatu Lestarikan Naskah Dunia Indonesia

Lebih dalam kata dia, promosi produk asli Pontianak ini mesti digencarkan sampai tingkat tapak. Caranya dengan mengubah pola pikir masyarakat terlebih dulu. Yaitu tanamkan cinta produk buatan asli Pontianak. “Produk apapun itu, harus kita banggakan dan digaungkan,” ujarnya.

Menurutnya, promosi produk lokal ini belum sampai ke tingkat tapak. Produk kain corak insang, masih pada level menengah atas. Bahkan sebagian masyarakat masih beranggapan jika kain corak insang itu memiliki harga yang mahal.

Promosi UMKM terutama batik corak insang ini harus bisa sampai ke masyarakat. Kemudian ke depan ketersediaan pakaian corak insang ini bisa dijual dengan harga terjangkau. Dengan begitu, masyarakat juga bisa membeli dan menggunakannya.

“Kalau di jawa batik bisa didapatkan dengan harga tak sampai seratus ribu. Kalau harga baju corak insang bisa sama juga segitu. Saya rasa, akan semakin banyak masyarakat membelinya,” katanya.

Penggunaan corak insang ini didorongnya juga bisa dipadankan dengan kegiatan sehari-hari. Misal setiap hari Jumat, mulai dari pemerintah, BUMN, BUMD, usaha perhotelan, restoran, hingga kafe dan warung kopi dapat menggunakannya. Ketika serempak digunakan, maka corak insang akan semakin mengakar.

“Penggunaan corak insang ini, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga lebih gaul dan bisa semakin dicintai oleh anak muda Kota Pontianak,” katanya.(iza)

Editor : Hanif
#masyarakat lokal #UMKM #batik #dprd pontianak #corak insang