PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengambil langkah untuk meredam polemik yang muncul dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI. Salah satu solusi yang diajukan ialah mengusulkan SMAN 1 Pontianak tetap diberi kesempatan tampil pada grand final nasional di Jakarta.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, menyebut usulan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan dan performa tim SMAN 1 Pontianak selama mengikuti kompetisi.
Ia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan harapan kepada panitia agar sekolah tersebut dapat diikutsertakan pada grand final yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus mendatang di Jakarta.
Baca Juga: Anggota MPR RI Hetifah Usul LCC 4 Pilar Kalbar Diulang usai Kontroversi Penilaian Juri
Menurut Faisal, langkah itu diharapkan menjadi solusi yang adil setelah muncul perdebatan terkait keputusan dewan juri terhadap jawaban tim SMAN 1 Pontianak saat perlombaan berlangsung. Polemik tersebut sempat memicu perhatian publik karena jawaban yang diyakini benar oleh tim peserta dinilai berbeda oleh pihak juri.
Jika usulan tersebut diterima, Kalimantan Barat akan memiliki dua perwakilan pada babak grand final nasional, yakni SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak.
Faisal menegaskan, inisiatif itu bukan untuk memperpanjang perdebatan, melainkan menjaga motivasi dan semangat para siswa yang telah berupaya maksimal membawa nama daerah di tingkat nasional.
Ia juga berharap panitia pusat dan dewan juri dapat mempertimbangkan aspek objektivitas serta dampak psikologis terhadap peserta didik dalam proses penilaian lomba.
Baca Juga: Usai Polemik LCC 4 Pilar Viral, Tim SMAN 1 Pontianak Kini Dibawa Tim Wapres Gibran ke Jakarta
“Anak-anak sudah menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana semangat dan rasa percaya diri mereka tetap terjaga,” tutupnya. (mdy)