Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Prabowo Prioritaskan Kereta Api Kalimantan, Menteri AHY Lapor Perkembangan Proyek ke Presiden

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 12 Mei 2026 | 22:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (dua kanan) saat memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA/Fathur Rochman
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (dua kanan) saat memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA/Fathur Rochman

 

PONTIANAK POST – Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian serius terhadap pengembangan jaringan kereta api nasional, termasuk rencana pembangunan jalur Trans Kalimantan yang kembali masuk dalam agenda prioritas pemerintah pusat.

Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5).

Dalam keterangannya usai rapat, AHY menyebut Presiden Prabowo meminta percepatan pengembangan konektivitas nasional melalui jaringan kereta api di berbagai wilayah strategis Indonesia, mulai Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi.

“Presiden memberikan arahan terkait pengembangan jaringan kereta api nasional, terutama untuk jalur Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan sebagian Sulawesi,” ujar AHY, dikutip dari ANTARA.

Menurut dia, pengembangan jalur kereta lintas pulau itu tidak hanya ditujukan untuk memperkuat transportasi masyarakat, tetapi juga mendukung distribusi logistik dan pemerataan pembangunan antarwilayah.

Kalimantan Kembali Masuk Peta Strategis

Masuknya proyek Trans Kalimantan dalam pembahasan pemerintah pusat dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Kalimantan kembali diposisikan sebagai kawasan strategis nasional, terutama setelah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selama ini, konektivitas antardaerah di Kalimantan masih sangat bergantung pada jalur darat dan sungai.

Kehadiran jaringan kereta api dinilai dapat membuka akses ekonomi baru, mempercepat distribusi barang, hingga memangkas biaya logistik yang selama ini relatif tinggi.

Pengembangan jalur kereta juga diyakini akan berdampak besar terhadap kawasan industri, perkebunan, pertambangan, hingga pelabuhan logistik di Kalimantan.

AHY menegaskan pemerintah ingin memastikan konektivitas antarwilayah mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi publik.

“Semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” katanya.

Di Kalimantan Barat sendiri, rute akan melewati sejumlah kota, seperti Pontianak, Singkawang, Mempawah, Sambas, dan wilayah perhuluan.

Fokus Angkutan Logistik dan Mobilitas Warga

Rencana pengembangan Trans Kalimantan sebelumnya beberapa kali muncul dalam wacana pembangunan nasional, namun belum terealisasi secara menyeluruh.

Kini, proyek tersebut kembali mendapat perhatian seiring dorongan pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.

Pemerintah menilai jalur kereta api memiliki peran penting dalam memperkuat rantai distribusi logistik nasional, terutama untuk wilayah dengan potensi sumber daya alam besar seperti Kalimantan.

Selain mengangkut penumpang, jaringan kereta api nantinya diproyeksikan mendukung distribusi hasil perkebunan, tambang, industri pengolahan, hingga kebutuhan logistik menuju kawasan IKN dan pelabuhan ekspor.

Keberadaan jalur kereta juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi barang di Kalimantan.

Bahas Infrastruktur Nasional

Dalam pertemuan di Istana Merdeka itu, AHY hadir bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, serta Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan.

Selain membahas pengembangan kereta api nasional, pemerintah juga melaporkan sejumlah program prioritas lain kepada Presiden Prabowo, termasuk pengembangan dan perlindungan kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura).

Menurut AHY, kawasan Pantura saat ini menghadapi ancaman serius berupa penurunan muka tanah dan banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut.

Pemerintah ingin memastikan kawasan ekonomi dan industri di Pantura tetap terlindungi karena wilayah tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi nasional.

“Kami melaporkan konsep pengembangan sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa,” ujarnya.

Rehabilitasi Pascabencana hingga Keselamatan Kereta

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga melaporkan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

AHY menyebut pembangunan kembali infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sanitasi, perumahan, irigasi, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga rumah ibadah secara umum berjalan baik meski masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

Selain itu, rapat juga membahas penanganan pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Pemerintah berencana membangun fasilitas keselamatan tambahan di sekitar 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan sebagian Sumatera.

Langkah lain yang disiapkan meliputi penutupan titik rawan kecelakaan, pembaruan sistem persinyalan, serta modernisasi sistem perkeretaapian nasional.

Infrastruktur untuk Dorong Ekonomi

AHY menambahkan pemerintah juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan daerah guna mendukung ketahanan pangan dan swasembada nasional.

Menurut dia, perbaikan infrastruktur dasar di daerah diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi lebih besar dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga menyinggung Gerakan Indonesia ASRI yang berfokus pada penanganan sampah dan penataan kawasan kumuh agar lebih sehat dan mendukung pengembangan pariwisata nasional.

“Pariwisata bisa menjadi sektor yang lebih cepat menghasilkan nilai ekonomi jika didukung Indonesia yang asri dan konektivitas menuju destinasi wisata semakin baik,” kata AHY.

Bagi Kalimantan, masuknya proyek Trans Kalimantan dalam prioritas nasional bukan sekadar proyek transportasi, tetapi juga simbol percepatan integrasi ekonomi kawasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan konektivitas antarwilayah. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#konektivitas Kalimantan #kereta api kalimantan #Prabowo Subianto #ahy #prioritas