PONTIANAK POST - Suasana hangat menyelimuti Kampung Caping di Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Selasa (12/5).
Di antara deretan rumah perajin caping tradisional, warga tampak antusias menyambut kedatangan Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka bersama rombongan Seruni Kabinet Merah Putih.
Kehadiran istri Wakil Presiden Republik Indonesia itu menjadi penyemangat tersendiri bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk terus menjaga warisan budaya sekaligus berinovasi mengembangkan produk lokal.
Siti Jubaidah (65) tampak sumringah saat Selvi Ananda singgah ke rumahnya.
Jemarinya yang semula sibuk merangkai daun mengkuang, tali, dan rotan sejenak berhenti untuk menyambut tamu istimewa itu dengan senyum dan salam.
Selvi Ananda datang bersama rombongan Seruni Kabinet Merah Putih (Solidaritas Perempuan untuk Indonesia).
Ia didampingi Ketua Dekranasda Kalbar Erlina dan Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie. Kehadiran mereka membawa semangat sekaligus bantuan untuk mendukung para perajin caping agar terus berkarya.
Jubaidah bercerita, dirinya telah menjadi perajin caping sejak duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.
Keahlian tersebut merupakan warisan budaya masyarakat tepian Sungai Kapuas yang diwariskan secara turun-temurun. Namun kini, jumlah rumah tangga yang masih rutin memproduksi caping tinggal belasan.
“Awalnya ikut orang dan mengambil upah, lalu terus sampai sekarang,” ujarnya.
Saat ini, Jubaidah bersama suaminya paling banyak mampu membuat lima caping per hari. Usia membuat tangan dan penglihatannya tidak lagi secekatan dulu.
Meski begitu, hasil penjualan caping tetap menjadi sumber penghidupan keluarga mereka.
Biasanya, caping dijual kepada pengepul di Pasar Kapuas Besar. Caping polos dihargai sekitar Rp10 ribu per buah, sedangkan caping berwarna dijual Rp15 ribu.
Dalam sebulan, Jubaidah mampu menghasilkan sekitar dua kodi atau 20 buah caping.
Untuk satu kodi caping, ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp35 ribu untuk membeli daun mengkuang, belum termasuk rotan, tali rafia, dan bahan lainnya.
Karena itu, bantuan yang diberikan Selvi Ananda disambut dengan rasa syukur.
Ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Pontianak yang terus mempromosikan Kampung Caping sebagai salah satu destinasi wisata budaya.
Selain mengunjungi rumah Jubaidah, Selvi Ananda juga berinteraksi dengan pelaku UMKM, perajin hilir caping, anak-anak, dan masyarakat di Rumah Budaya Kampung Caping.
Ia turut menyerahkan bantuan serta meninjau pelatihan Kurator Penggiat UMKM dan pelatihan Pengembangan Talenta Industri Kreatif di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar. Kegiatan tersebut diselenggarakan Dekranasda Kota Pontianak bersama sejumlah mitra.
Titip Pesan ke Perajin
Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie mengatakan, Selvi Ananda menitipkan pesan khusus kepada para perajin caping dan pelaku UMKM di Kalimantan Barat.
“Pesan beliau, terus semangat, terus melakukan inovasi, dan kami dari Dekranasda Kota juga akan terus memberikan bimbingan untuk memajukan UMKM Kota Pontianak,” ujar Yanieta.
Ia bersyukur Selvi Ananda dapat berinteraksi langsung dengan perajin, pelaku UMKM, dan peserta pelatihan industri kreatif.
Menurutnya, meski berlangsung singkat, pertemuan itu menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berkarya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap kunjungan dan bantuan yang diberikan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kehadiran rombongan Seruni Kabinet Merah Putih juga diharapkan membawa dampak positif bagi promosi Kota Pontianak di tingkat nasional.
“Yang hadir ini ibu-ibu menteri. Tentu mereka akan menceritakan pengalaman di Pontianak kepada para menteri, sehingga diharapkan ada hal-hal yang bisa membantu dan bermanfaat untuk Kota Pontianak,” katanya. (iza)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro