PONTIANAK POST – Peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI asal SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra Roxa Potifera atau Ocha, mengaku belum mengambil keputusan terkait tawaran beasiswa kuliah ke China yang diterimanya usai polemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026.
Saat tiba di VIP Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (14/5) sore, Ocha mengatakan dirinya memilih fokus menyelesaikan pendidikan di sekolah terlebih dahulu sebelum menentukan langkah besar terkait masa depan pendidikannya.
“Untuk sementara hal yang saya lakukan adalah fokus dulu untuk belajar di sekolah. Untuk terkait beasiswa masih ingin saya konsultasikan lagi dengan orang tua, rekan satu tim, dan pihak sekolah,” ujarnya, kepada Pontianak Post, Kamis (14/5/2026).
Nama Ocha menjadi perhatian publik setelah keberaniannya memprotes keputusan juri dalam final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat viral di media sosial.
Polemik itu kemudian memicu perhatian publik hingga mendapat respons dari DPR RI dan MPR RI.
Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, diketahui menawarkan beasiswa S1 penuh ke China kepada Ocha dan tim SMAN 1 Pontianak sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan prestasi mereka.
Tawaran tersebut juga disertai peluang penempatan kerja di perusahaan multinasional setelah lulus kuliah.
Meski demikian, Ocha memilih bersikap tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Selama berada di Jakarta, Ocha bersama tim juga bertemu dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan selama mengikuti kegiatan nasional.
“Pengalaman kami di Jakarta sangat seru dan menyenangkan. Kami juga mendapat materi tentang public speaking dan cara berdebat di depan umum,” katanya.
Ia menambahkan, pesan Wapres agar tetap semangat dan tidak berkecil hati menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya dan tim.
Pihak SMAN 1 Pontianak sebelumnya menyatakan langkah yang dilakukan siswa bertujuan menjaga transparansi dan objektivitas kompetisi. Sekolah juga meminta seluruh pihak menyelesaikan polemik dengan semangat kebersamaan.
Sebanyak 10 pelajar tim LCC SMAN 1 Pontianak diketahui mendapat undangan ke Jakarta. Mereka yakni Josepha Alexandra Roxa Potifera, Almira Khairunnisa, Kasandra Aurelia Subagio, Ahmad Zein Alaydrus, Louisa Nathania, Ansella Beyna Vebrianty, Khansa Reka Qatrunnada, Rajiq Maafi Sukandar, Naurah Widya Arfi, dan Zerlinda.
Tim SMAN 1 Pontianak sendiri sebelumnya meraih posisi runner-up pada LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat 2026. (bar)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro